Bareskrim Luruskan, Penghina Gibran Bukan Ditangkap Tapi Diklarifikasi

publicanews - berita politik & hukumArkham Mukmin, orang yang diduga menghina Gibran Rakabuming Raka lewat Instagram @arkham_87. (Foto: Instagram/Polresta Surakarta)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kabareskrim Komjen Agus Andrianto membantah penilaian masyarakat bahwa penangkapan Arkham Mukmin adalah berlebihan. Menurut Agus, kepolisian bukan 'menangkap' melainkan 'menjemput' warga Slawi itu untuk mengklarifikasi dugaan menghina Walikota Gibran lewat Instagram.

"Sudah dijelaskan Kapolresta Solo bahwa itu klarifikasi," ujar Agus saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (16/3).

Polisi, Agus menambahkan, menjemput Arkham tanpa menerima laporan masyarakat. "Enggak ada laporan," katanya.

Kemarin, petugas Polresta Solo menjemput pemilik akun Instagram @arkham_87, usai menyinggung Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka soal kapasitasnya. Saat itu, Arkham menulis kolom komentar @garudaevolution soal Gibran yang meminta laga semifinal dan final Piala Menpora digelar di Solo.

"Tau apa dia tentang sepakbola, taunya cmn dikasih jabatan saja," tulis akun @arkham_87, Sabtu (13/3).

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengaku tim khusus Virtual Police menemukan konten yang berpotensi melanggar UU ITE.

"Tim sebelumnya sudah meminta AM agar menghapusnya, tetapi yang bersangkutan tidak juga mengindahkan," ujar Ade kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Menurut Ade, tulisan Arkham sudah mengandung unsur kabar bohong alias hoaks. "Karena pemilihan kepala daerah itu sudah diatur sesuai dengan regulasi," Ade menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top