Pengeroyokan

Dua Mahasiswa Asal Papua Ditahan, Satu Masih Dikejar Polisi

publicanews - berita politik & hukumPengacara kedua tersangka dugaan pengeroyokan Michael Hilman saat mendatangi Polda Metro Jaya Rabu (3/3) malam. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi telah mengetapkan Roland Levy dan Kevin Molama sebagai tersangka pengeroyokan saat unjuk rasa di depan Gedung DPR pada Januari lalu. Peristiwanya sudah lama, namun heboh karena adanya pemukulan.

"Dilaporkan itu bulan Januari kemarin, lalu dilakukan penyelidikan berdasarkan adanya bukti video yang beredar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di kantornya, Kamis (4/3).

Korbannya adalah sama-sama asal Papua, yakni Rajut Patiray. Korban melakukan visum dan hasilnya menjadi bukti laporan Rajut ke Polda Metro Jaya.

Penyidik kemudian menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Roland dan Kevin sudah ditahan, satu lagi masih dalam pengejaran polisi.

"Sudah kita kantongi (nama), masih kita lakukan pengejaran. Terkait pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 170 (tentang) pengeroyokan dan pasal 365 (tentang) pencurian dengan kekerasan," ujar Yusri.

Satu tersangka yang kabur ternyata sempat mengambil tas dan ponsel korban. "Sekarang kita masih cari barbuk hape," Yusri menjelaskan.

Kemarin malam, pengacara Michael Hilman mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk membebaskan mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa dan Universitas Bung Karno itu.

Ia menjelaskan kasus terjadi saat aksi penolakan otonomi khusus dan penolakan terhadap Blok Wabu Intan Jaya pada 27 Januari 2021 di depan gedung DPR. Menurutnya, kasus tersebut dipaksakan dengan tuduhan penganiayaan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top