Dua Mahasiswa Papua Ditangkap Atas Dugaan Pengeroyokan Saat Demo di DPR

publicanews - berita politik & hukumSalah satu mahasiswa asal Papua yang tertangkap Polda Metro Jaya. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi mengamankan dua mahasiswa asal Papua di rumah indekosnya di Jakarta, Rabu (3/3) pagi, karena diduga mengeroyok sesama mahasiswa daerahnya saat demo di depan Gedung DPR RI akhir Januari. Kedua mahasiswa pengeroyok tertsebut adalah Roland dan Kevin.

Pengacara Aliansi Mahasiswa Papua Jabodetabek, Michael Hilman, mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya, malam ini, untuk membebaskan mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa dan Universitas Bung Karno itu.

"Ini terkait dengan kasus aksi penolakan otonomi khusus dan kasus tolak Blok Wabu Intan Jaya pada 27 Januari 2021 di depan DPR RI," kata Hilman kepada wartawan.

Menurutnya, kasus tersebut dipaksakan dengan tuduhan penganiayaan. Kedua mahasiswa, Hilman menambahkan, dinilai menganiaya Rajut Patiray, yang juga asal Papua. "Tetapi dalam proses lidik tadi itu sempat mereka sampaikan bahwa tidak ada mereka melakukan tindakan kekerasan kepada Rajut Patiray," ujarnya.

Hilman mengungkapkan, polisi tidak menunjukan surat perintah penangkapan. Ia menegaskan seharusnya polisi menjelaskan alasan seseorang untuk ditangkap

"Secara kronologis harus jelas, tapi ini tidak dilakukan. Jadi ditangkap menggunakan pakaian preman, masuk, lalu langsung dibawa ke Polda. Hari ini juga langsung dijadikan tersangka. Nah itu kan tidak didahului melakukan pemanggilan sebagai saksi. Kami berpikir ini tindakan yang melanggar KUHAP," katanya.

Polisi mengenakan sangkaan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 368 tentang ancaman kekerasan terhadap tersangka Roland dan Kevin. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top