Pesantren Tertua di Sumut Dihina, Gubernur Khawatirkan SARA

publicanews - berita politik & hukumGubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (Foto: hetanews)
PUBLICANEWS, Medan - Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), dihina melalui media sosial. Kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian sejak 27 Fabruari lalu, tetapi pelaku belum tertangkap.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberi perhatian atas kasus tersebut. Ia mengatakan pesantren tersebut sudah berdiri sejak 109 tahun lalu.

“Musthafawiyah itu lahir 1912, republik ini masih compang-camping, belum ada republik ini. Masih kerajaan-kerajaan. Lebih tua dari Nahdlatul Ulama, lebih tua dari Muhammadiyah,” ujar Edy di rumah dinasnya di Medan, Selasa (2/3).

Mantan Pangkostrad itu menyampaikan kekhawatirannya kasus ini berpotensi konflik SARA. "Ini bisa SARA. Bisa-bisa nanti yang dituduh ini Kristen. Percayalah kalian, kalau ini yang bikin orang Kristen, pasti bukan karena agamanya, tapi akhlak (orangnya) yang buruk," Edy menambahkan.

Kuasa hukum pimpinan Pesantren Musthafawiyah Muhammad Safii Pasaribu mendesak kasus tersebut hendaknya menjadi prioritas. "Saya secara pribadi sudah terus ditanya tentang kasus ini oleh alumni-alumni Musthafawiyah dari seluruh dunia," katanya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan Dit Reskrimsus Polda Sumut telah membentuk tim untuk mem-backup penyidik Polres Madina melakukan profiling akun FB atas nama Rizky Herdianysah. Kemudian sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan.

Kasus penghinaan itu berawal dari beberapa foto yang diunggah di Facebook. Foto itu, antara lain, kepala anjing yang diletakkan di dalam foto pesantren disertai tulisan hinaan.

Kemudian ada foto editan berwajah tokoh Cu Pat Kai disertai kalimat 'guru gurunya dukun santet'. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top