Kriminalitas Sidoarjo

Pabrik Kerupuk Sudah Lima Tahun Gunakan Boraks

publicanews - berita politik & hukumKerupuk boraks yang disita Polresta Sidoarjo. (Foto: faktualnews)
PUBLICANEWS, Sidoarjo - Polisi menggerebek pabrik kerupuk di Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur, karena menggunakan bahan berbahaya boraks. Kerupuk tersebut bermerek Gajah Tunggal.

"Kami dari Satreskrim Polresta Sidoarjo menggerebek salah satu pabrik yang memproduksi kerupuk dengan bahan berbahaya jenis boraks," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif kepada wartawan di kantornya, Senin (1/3).

Pabrik dikelola pasangan suami istri SN dan ST. Mereka juga memproduksi kerupuk secara rumahan di Tulangan, Wonoayu. Kerupuk merek Gajah Tunggal itu telah beroperasi selama lima tahun.

Polisi menyita 3,9 ton dan 1,4 ton boraks kerupuk dari dua lokasi tersebut. Kedua pabrik mengedarkan produksinya ke beberapa daerah di Jawa Timur, Bali, bahkan sampai ke DKI Jakarta.

"Pemiliknya adalah suami istri warga Sidoarjo SN dan ST yang sudah dijadikan tersangka," ujar Wahyudi.

Kedua tersangka terancam Pasal 136 atau Pasal 142 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan. Atau Pasal 162 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang konsumen. Amcamannya 5 tahun penjara.

Menurut Wahyudin bahan boraks dilarang untuk pembuatan makanan. Pasalnya boraks adalah bahan kimia yang biasa dipakai untuk industri kertas, keramik, atau pembunuh kecoa.

Sementara, pelaku mengaku bahan produksinya meliputi tepung terigu, tepung tapioka yang dicampur penyedap rasa dan boraks. "Kami sudah membuat kerupuk ini sejak 2005 silam," ujar tersanhka SN.

Dari bisnisnya itu SN meraup omzet mencapai Rp 75 juta per bulan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top