Bima Arya Tolak Tudingan Anies Jika Banjir Jakarta Kiriman Bogor

publicanews - berita politik & hukumWalikota Bogor Bima Arya. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bogor - Walikota Bogor Bima Arya mengatakan Jakarta tergenang banjir bukan karena kiriman air dari wilayahnya. Ia menolak tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa curah hujan di Bogor yang membuat banjir di kawasan Jakarta sepanjang Sabtu lalu.

Politikus PAN itu mengatakan aliran air dari hulu bisa menjadi penyebab banjir di Jakarta jika muka air di Bendung Katulampa Siaga 1. "Pada Sabtu kemarin, tinggi muka air di Bendung Katulampa hanya siaga 3," kata Bima di Bogor, Minggu (21/2).

Ia menjelaskan bahwa volume air di Jakarta sudah tinggi sehingga menjadi penyebab banjir. Menyinggung mengenai masalah hulu, ia mengatakan tidak bisa dilepaskan dari kondisi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

"Kondisi DAS Ciliwung ke Jakarta, yang banyak dibangun rumah liar, banyak sampah dan limbah, dan terjadi pendangkalan," ujarnya.

Ia mengatakan telah berkirim surat kepada Anies pada November lalu. "Kami menyampaikan hasil ekspedisi Ciliwung, yang mengusulkan penanganan DAS Ciliwung tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus bersama-sama secara komprehensif dan terintegrasi," katanya.

Menurut Bima Arya mengatasi banjir di Jakarta tidak bisa diselesaikan sepihak, parsial, dan temporer. Apalagi hanya saat musim hujan. Ia menegaskan penyelesaian banjir Jakarta harus diselesaikan secara bersama dan perlu waktu yang tidak sebentar.

Pada Sabtu (20/2) dini hari banjir terjadi di beberapa wilayah DKI Jakarta. Hingga siang, banjir di sejumlah titik tak kunjung surut. Bahkan hingga Minggu banjir masih menggenang di beberapa wilayah.

Anies mengatakan banjir disebabkan limpahan air dari Bogor dan Depok. "Satu sisi adalah alirannya limpahan, karena kalau teman- teman lihat di bawah, catatan bahwa air kiriman dari kawasan hulu, dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu kawasan Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang dalam perjalanan ke Jakarta," jelas Anies di Pintu Air Manggarai, Sabtu (20/2).

Itu pula yang membuat air tidak bisa surut dalam waktu 6 jam. "Jadi kita enam jam sesudah airnya surut di sungai, kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti, tapi aliran dari hulu masih jalan terus. Sehingga di situlah menjadi kendala tersendiri," ujarnya.

Anies juga menjelaskan banjir yang menyebabkan kawasan Kemang, Jalan sudirman dan kawaaan Widya Chandra tergenang karena air dari Kali Krukut dan Kali Mampang.

"Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok. Biasanya, kalau hujannya di pegunungan (daerah Bogor) airnya akan lewat Kali Ciliwung. Tapi, kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok), maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut ini," ujar Anies.

Ia menjelaskan curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut, yang melintang melintasi Jalan Jendral Sudirman, karena di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi. Tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo22 Februari 2021 | 07:24:45

    Yang konpak to bapak bapak. Bikin rakyat senang.

Back to Top