Aktivis Lingkungan Minta Anies Jangan Salahkan Air dalam Banjir Jakarta

publicanews - berita politik & hukumKapolsek Kembangan Jakarta Barat Kompol Khoiri menarik gerobak yang dinaiki Aisyah (65) untuk menerjang banjir di Jalan Puri Kembangan, Sabtu (20/2). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir Jakarta pada Sabtu ini disebabkan curah hujan yang sangat ekstrem. Namun, aktivis lingkungan hidup Chaerudin meminta Anies Baswedan tidak menyalahkan air sebagai penyebab banjir di Ibukota

Penerima penghargaan Kalpataru yang akrab disapa Babe Idin itu meminta Anies untuk refleksi tentang apa yang sudah dilakukan terkait manajemen sungai dan lingkungan di Jakarta.

"Kalau banjir, kita jangan nyalahin airnya, kalinya. Tapi caranya menangani yang mesti dilihat," ujar Babe Idin dalam diskusi virtual bertajuk 'Politik Hijau PDIP', Sabtu (20/2).

Menurutnya, normalisasi sungai bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah banjir. Ia juga menyerukan manajemen pengelolaan sampah yang baik, terutama di wilayah kali.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkit pernyataan Anies saat kampanye Pilgub 2017. "Karena asumsi yang salah bahwa air itu akan masuk ke bumi. Itu kan yang disampaikan pada saat kampanye," ujarnya.

Hasto mengatakan asumsi Anies tersebut bertolak belakang dengan konsep pembangunan infrastruktur yaitu air mengalir hingga ke hilir atau laut. Bagi Hasto, banjir Jakarta merupakan persoalan manajemen, tata ruang, dan keberanian mengambil keputusan.

Gubernur Anies Baswedan saat meninjau Pos Pantau Pintu Air Manggarai mengatakan penyebab banjir di Jakarta karena curah hujan ekstrem pada Sabtu dini hari.

Ia mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika hujan yang menyebutkan intensitas di atas 150 milimeter. Anies menyebutkan kapasitas sistem drainase Jakarta berkisar 50-100 milimeter, bila terjadi hujan di atas 100 milimeter per hari maka pasti terjadi genangan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top