Remaja 16 Tahun Pembobol Situs Kejagung Dimaafkan

publicanews - berita politik & hukumKapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Foto: Kejagung)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin tidak mempidanakan remaja 16 tahun asal Lahat, Sumatera Utara, meski terbukti meretas situs Kejaksaan Agung. Remaja berinisial MFW tersebut menawarkan data pegawai dengan harga Rp 400 ribu.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pertimbangan Jaksa Agung karena pelaku masih di bawah umur dan sekolah di MAN di daerah Palembang. "MFW telah berjanji dengan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya," ujar Leonard dalam keterangannya, Jumat (19/2).

MFW meretas secara otodidak dan tidak ada yang yang menyuruh. "Hanya coba-coba. Anak ini masih tetap dalam pengawasan, kami bina, bimbing, sehingga jadi ahli yang baik," ia menambahkan.

Data yang diretas merupakan data umum dan tidak terhubung dengan database kepegawaian di Sistem Informasi Manajemen Kejaksaan Republik Indonesia (SIMKARI). Informasi peretasan diketahui pada Rabu lalu dan data yang diperjualbelikan sebesar 500 megabyte dan jumlah file sebanyak 3.086.224.

"Maka yang dijual, ditawarkan murah hanya sekitar Rp 400 ribu, bahkan terakhir kami bisa tawar sampai Rp 200 ribu. Data (yang dijual) admin pengelola website sekitar 30 orang," Kepala Pusdaskrimti Kejagung Didik Farkhan menjelaskan.

Data yang diretas terdiri dari nama-nama pegawai admin pengelola website, meliputi email, jabatan, pangkat, NIK. Remaja tersebut bukan meretas database karena data tersebut berada pada sistem yang lain.

Orangtua pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers tersebut meminta maaf atas perbuatan anaknya. "Setelah saya tanya katanya sekadar iseng, ingin coba otak-atik," katanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top