DPR Desak Usut Pasien Covid Meninggal di Taksi Setelah Ditolak 10 RS

publicanews - berita politik & hukumPemakaman jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay meminta pengusutan atas kasus kematian pasien Covid-19 di taksi online. Pasien asal Depok, Jawa Barat, tersebut kesulitan mendapatkan perawatan karena ditolak oleh 10 rumah sakit.

"Saya mendesak pada pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan di Kota Depok, untuk menelusuri terkait dengan kejadian ini secara baik," kata Daulay kepada wartawan, Senin (18/1).

Anggota Komisi IX DPR itu mendesak pengusutan sehingga dapat diketahui kejadian sebenarnya. "Jadi apa yang terjadi, di mana di kasus ini, itu yang pertama. Jadi ditelusuri dulu itu kepada pihak yang melaporkan," ia menambahkan.

Ia juga meminta usut 10 rumah sakit yang menolak penanganan pasien tersebut. "Kadang-kadang kan ada juga rumah sakit nolak bukan karena nolak, mungkin bisa jadi karena dia penuh dan seterusnya," ujar Daulay.

Satgas Covid-19 Kota Depok telah meminta relawan dalam hal ini LaporCovid-19 untuk memaparkan kronologis kejadian. Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana masih ingin memperjelas penolakan dilakukan di RS Depok atau Jakarta.

Sebelumnya, LaporCovid-19 dan Center for Indonesia's Strategi Development Initiatives menyatakan menerima laporan warga Depok meninggal pada 3 Januari 2021 do dalam mobil taksi online.

LaporCovid-19 dan CISDI menerima 23 laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit rujukan sejak akhir Desember 2020 sampai awal Januari 2021.

Menurut Relawan Tim BantuWargaLaporCovid19 Tri Maharani, kasus penllakan pasien banyak terjadi di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Tanda-tanda kolaps layanan kesehatan sebenarnya sudah terindikasi sejak bulan September 2020, yang kemudian mereda pada periode pemberlakuan PSBB di Jakarta," kata relawan berprofesi dokter tersebut.

Ia menyebutkan pasien menumpuk sejak pertengahan November lalu, pasca berlangsungnya Pilkada serentak dan liburan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Satgas Covid-19 melaporkan pertambahan kasus pada Senin ini sebanyak 9.086 positif Corona. Jumlah itu membuat akumulasi kasus menjadi 917.015 orang. Pasien sembuh bertambah 9.475. Total kesembuhan sebanyak 745.935 pasien. Sedangkan pasien meninggal tambah 295 orang menjadi 26.282 orang.

Sebaran dari 9.086 pasien baru tertular Covid-19 pada Senin (18/1):

1. Aceh: 2 (kumulatif 9.055)
2. Sumatera Utara: 74 (kumulatif 19.721)
3. Sumatera Barat: 35 (kumulatif 25.635)
4. Riau: 88 (kumulatif 27.459)
5. Jambi: 29 (kumulatif 3.975)
6. Sumatera Selatan: 54 (kumulatif 13.122)
7. Bengkulu: 2 (kumulatif 4.268)
8. Lampung: 85 (kumulatif 8.228)
9. Bangka Belitung: 60 (kumulatif 3.541)
10. Kepulauan Riau: 85 (kumulatif 7.639)
11. DKI Jakarta: 2.361 (kumulatif 229.726)
12. Jawa Barat: 1.485 (kumulatif 114.072)
13. Jawa Tengah: 1.559 (kumulatif 104.463)
14. DI Yogyakarta: 295 (kumulatif 17.228)
15. Jawa Timur: 848 (kumulatif 100.225)
16. Banten: 245 (kumulatif 22.355)
17. Bali: 238 (kumulatif 21.530)
18. Nusa Tenggara Barat: 35 (kumulatif 6.578 )
19. Nusa Tenggara Timur: 101 (kumulatif 3.145)
20. Kalimantan Barat: 0 (kumulatif 3.557)
21. Kalimantan Tengah: 40 (kumulatif 11.035)
22. Kalimantan Selatan: 13 (kumulatif 16.737)
23. Kalimantan Timur: 354 (kumulatif 33.966)
24. Kalimantan Utara: 40 (kumulatif 5.670)
25. Sulawesi Utara: 145 (kumulatif 11.485)
26. Sulawesi Tengah: 30 (kumulatif 5.665)
27. Sulawesi Selatan: 661 (kumulatif 41.697)
28. Sulawesi Tenggara: 16 (kumulatif 8.852)
29. Gorontalo: 6 (kumulatif 4.080)
30. Sulawesi Barat: 0 (kumulatif 2.531)
31. Maluku: 29 (kumulatif 6.109)
32. Maluku Utara: 19 (kumulatif 3.134)
33. Papua: 31 (kumulatif 14.138)
34. Papua Barat: 21 (kumulatif 6.394). (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top