Gelombang Pasang 4 Meter Hantam Pantai Manado, Pengunjung Mal Panik

publicanews - berita politik & hukumPerahu nelayan terlempar gelombang laut di Kawasan Mega Mas Manado, Minggu (17/1). (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Manado - Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle mengimbau masyarakat pesisir Pantai Manado waspada. Ia menyatakan potensi angin kencang masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Pernyataan itu menyusul gelombang pasang pada Minggu kemarin. Gelombang setinggi 4 meteri itu, misalnya, tampak di kawasan Boulevard yang menjadi pusat perbelanjaan Kota Manado.

Penyebab utama gelombang akibat pengaruh angin yang kencang. "Ditambah gelombang laut yang tinggi sehingga gelombang yang datang ke bibir pantai akan lebih signifikan dan terbawa ke tepi pantai," ujar Ben Arther, Senin (18/1).

BMKG mencatat kecepatan angin berkisar 15-30 knot atau setara 30-60 kilometer per jam. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, antara lain Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, dan Minahasa Utara.

Gelombang tinggi membuat warga di pusat perbelanjaan panik. Kendaraan para di pelataran parkir juga terendam air. Pengunjung mal panik saat air mulai masuk ke parkiran dan mal di kawasan Mega Mas Manado.

Gelombang tinggi tersebut menjadi trending topic di linimasa Twitter, siang ini. Warganet membagikan video gelombang air laut dengan tagar #prayformanado. Tampak bebatuan memenuhi jalanan termasuk perahu nelayan yang terdampar di depan pertokoan di bibir pantai Manado. Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top