Banjir dan Longsor di Manado, 6 Meninggal dan 500 Mengungsi

publicanews - berita politik & hukumGelombang pasang dan angin kencang terjadi di Kabupaten Sangihe, Sulut, menyebabkan genangan air di permukiman warga. (Foto: Dok. BPBD Sangihe)
PUBLICANEWS, Manado - Sebanyak sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu kemarin sore.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga mengatakan banjir setinggi 3 meter mengakibatkan 6 meninggal dan 500 warga mengungsi.

Laman resmi BNPB, Minggu (17/1), menyebutkan selain banjir juga terjadi tanah longsor. "Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan seluruh wilayah atau 15 kabupaten dan kota di Sulut berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Hal itu disebabkan cuaca ekstrim melanda seluruh wilayah Sulawesi Utara dalam dua hari ini.

43 Orang Meninggal, Masih Terjadi Gempa Susulan di Sulbar

Kecamatan terdampak bencana banjir meliputi Kecamatan Singkil (lima kelurahan), Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan), Kecamatan Paal Dua (enam kelurahan).

Kemudian Kecamatan Tikala (empat kelurahan), Kecamatan Wenang (dua kelurahan), Kecamatan Sario (tiga kelurahan), Kecamatan Malalayang (empat kelurahan) dan Kecamatan Wanea (tiga kelurahan).

BPBD Sulut bekerja sama dengan Badan SAR, TNI, kepolisian, BPBD Manado, Rapi dan masyarakat di sekitar melakukan penanganan banjir dan tanah longsor dengan mengevakuasi korban. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top