Longsor Sumedang 25 Meninggal, 15 Hilang

publicanews - berita politik & hukumFoto udara bencana tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (12/1). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Sumedang - Bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, hingga Sabtu (16/1) siang ini telah menyebabkan 25 orang meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian 15 korban yang diduga tertimbun longsor.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan korban ke-25 yang ditemukan pada Jumat kemarin pukul 22.16 WIB. "Operasi SAR berlangsung 7 hari namun mengingat masih banyaknya korban dan banyaknya permintaan dari keluarga korban, pencarian diperpanjang hingga tiga hari mendatang," kata Deden, Sabtu (16/1).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sesuai instruksi Presiden Joko Widodo akan melakukan relokasi pemukiman warga di desa tersebut. Hal itu mutlak dilakukan karena berkaitan dengan struktur penguatan tanah sehingga terhindar dari bencana serupa.

"Bapak Sekda sudah mengidentifiikasi yang di bagian atas ada 132 rumah dan di bawah 92 rumah," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilisnya. Relokasi pemukiman dengan memanfaatkan tanah kas desa di Wilayah Cimanggung, Semedang, Jawa Barat.

Longsor terjadi pada Sabtu (9/12) pukul 16.45 WIB. Kemudian terjadi longsor susulan pada 19.30 WIB. Saat longsor susulan ini terjadi banyak korban karena banyak warga dan tim SAR gabungan melakukan evakuasi dan pendataan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top