Anies Unggah Buku 'How Democracies Die', PDIP Minta Fokus Atasi Pandemi

publicanews - berita politik & hukumAnies Baswedan. (Foto: Instagaram/@aniesbaswedan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah fotonya tengah membaca buku How Democracies Die. Dengan bersarung, Anies membaca buku tentang kasus matinya demokrasi dengan contoh kasus, antara lain, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Foto Anies baca buku karya ilmuwan politik Steven Levitsky dan Daniel Ziblat dari Universitas Harvard yang diunggah akun Instagram @aniesbaswedan tersebut sempat menjadi pembicaraan di media sosial.

Pujian datang dari misalnya Wakil Ketua MPR dari Hidayat Nur Wahid. Ia mengatakan seorang pemimpin harus terus memperluas wawasan. Tanggapan berbeda disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gembong Warsono.

"Saya kira lebih baik Pak Gubernur fokus melakukan penanganan Covid-19 yang dalam posisi naik dan antisipasi banjir di saat Jakarta mulai diguyur hujan," ujar Gembong kepada wartawan, Senin (23/11).

Anggota Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak meminta Anies fokus melaksanakan janji kampanye untuk menyejahterakan seluruh rakyat bukan kelompok pendukung. Gilbert mengingatkan Anies seharusnya menjadi milik publik.

Buku yang dibaca Anies, terbit pada 16 Januari 2018 lalu, itu memaparkan tentang pemahaman mendalam mengenai mengapa dan bagaimana demokrasi mati.

Bahkan pemimpin otoriter bisa muncul dari proses politik dengan dasar demokrasi. Fenomena pemimpin menjadi diktator meski terpilih melalui pemilu banyak terjadi di berbagai belahan dunia.

Buku setebal 256 halaman itu telah diterjemahkan dalam versi Indonesia menjadi 320 halaman dengan judul 'Bagaimana Demokrasi Mati'. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top