AJI Desak Kodam Jaya Proses Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

publicanews - berita politik & hukumPersonel TNI diduga dari Kodam Jaya menurunkan baliho ajakan mencegah Covid-19 dengan gambar Rizieq Syihab di Jakarta. (Foto: net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras tindakan anggota TNI yang menganiaya serta merampas alat kerja jurnalis Kompas.com Nirmala Maulana.

"Tindakan represif oleh personel Kodam Jaya tersebut jelas makin mencederai kebebasan pers sekaligus mencoreng wajah demokrasi," kata AJI Jakarta dalam rilis yang diteken Ketua Asnil Bambani dan Ketua Divisi Advokasi Erick Tanjung, Minggu (22/11).

Peristiwa aniaya terjadi pada Jumat (20/11) sekitar pukul 11.20 WIB, di pertigaan Jalan KS Tubun menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ketika itu Nirmala sedang meliput penurunan baliho Front Pembela Islam (FPI) bergambar wajah Rizieq Syihab oleh personel Kodam Jaya. Kegiatan tersebut atas perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Setelah mengabadikan momen menggunakan ponsel, Nirmala dihadang anggota TNI. Ia kemudian mendapatkan kekerasan dari anggota TNI dalam bentuk sliding dan piting hingga tersungkur ke tanah.

Imparsial: Mencopot Baliho Rizieq, TNI Langgar UU

Anggota TNI yang tak diketahui namanya itu memaksa Nirmala menghapus foto yang baru saja dia ambil. Karena tertekan dan tak kuasa, Nirmala ingin menghapusnya. Namun, belum sempat melakukannya, sang anggota TNI langsung merampas ponsel Nirmala sambil memintanya datang ke Kodam.

"Meski pada akhirnya Kodim Jakarta Barat mengembalikan ponsel Nirmala, tindakan sewenang-wenang dengan menggunakan kekerasan, apalagi dilakukan oleh aparat negara, tidak dapat dibenarkan," AJI menegaskan.

Terlebih lagi sang jurnalis sedang bertugas. "Ini adalah peristiwa kekerasan terhadap jurnalis yang kesekian kalinya melukai wajah demokrasi di Indonesia," AJI menandaskan.

Kerja jurnalistik sudah diatur dan dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Atas dasar itu, AJI Jakarta mendesak Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman bertanggung jawab atas kejadian ini dan segera memproses hukum anggotanya yang terlibat peristiwa tersebut.

AJI juga mendorong Pemimpin Redaksi Kompas.com untuk menjamin keselamatan jurnalisnya. Kepada Dewan Pers, AJI meminta terlibat aktif dalam menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis. (*/oca)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya22 November 2020 | 17:21:21

    Ayo TNI, tunjukan bahwa TNI yg pro rakyat...

    Jgn ikutan yg sdh membekas di hati rakyat dong.

  2. Anak Gaul @gakasikah22 November 2020 | 15:37:52

    Waduh bapak bapak tentara, bisa kena ancaman pidana lho. Jangan lebay ya.

Back to Top