70 Persen Pelajar Pembuat Rusuh dari Luar Jakarta

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana bersama Gubernur DKI Anies Baswedan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Gedung Promoter, Jakarta, Senin (26/10). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi mengamankan 2.667 orang yang diduga memicu kericuhan dalam aksi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. Sebaian besar mereka dari luar ibukota.

"Ada sekitar 70 persen adalah pelajar. Dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, kemudian Subang, Indramayu, Bekasi, Tangerang, hingga Cilegon," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan, Senin (26/10).

Menurut Nana, mereka menyusup ke dalam kelompok mahasiswa maupun buruh yang menyampaikan aspirasinya pada Kamis (8/10), Selasa (13/10), dan Selasa (20/10) di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

"Kebanyakan mereka tergabung ke dalam kelompok anarko," ujar Nana. Mereka adalah pelajar yang merusak fasilitas umum.

Dari 2.667 orang tersebut, Nana menambahkan, penyidik menetapkan 143 orang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang dikumpulkan. Sebanyak 67 diantaranya ditahan, dan diantara 67 orang tersebut ada 31 pelajar.

Para pelajar tersebut mengaku ini, sekadar ikut-ikutan dan tidak mengetahui maksud dan tujuan unjuk rasa. Nana menjelaskan ada dua cara pelajar tertarik ikut turun ke jalan, yakni ada undangan lewat media sosial dan ajakan langsung.

Polda telah berkoordinasi dengan pihak sekolah guna meningkatkan pengawasan kepada para siswa.

"Ini kami mencari solusi jangan sampai kemudian para pelajar ini dimanfaatkan oleh kelompok anti kemapanan yang kemudian mereka menjadi salah arah," kata Nana. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top