Bandara Soetta

Calon Dokter Ditahan 20 Hari Karena Peras dan Lecehkan Korban

publicanews - berita politik & hukumPolisi menggelar kasus dugaan pelecehan dan pemerasan petugas rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9). (Foto: Humas PMJ)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi telah menahan tersangka kasus dugaan pencabulan Eko Firston, oknum petugas rapid test Kimia Farma, untuk 20 hari pertama. Penyidik Polresta Bandara telah mengumpulkan bukti-bukti tindakan pencabulan pelaku terhadap korban LHI (23).

"(Bukti-bukti ) hasil assessment P2TP2A Kabupaten Gianyar, rekaman CCTV, keterangan saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam gelar kasus di Mapolresta Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang, Senin (28/9).

Yusri menjelaskan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta menjadi petunjuk kuat polisi dalam menetapkan tersangka. "Sangat terlihat jelas bagaimana pelaku melakukan tindakan asusila kepada korban," ujarnya.

Dalam gelar kasus itu Eko yang merupakan calon dokter hanya tertunduk mengenakan topi bertulis 'Tersangka'.

Kasus ini terungkap setelah korban LHI mencuit telah menjadi korban pelecehan dan penipuan di Bandara Soetta. Ia saat itu, Minggu (13/9), hendak terbang ke Nias, Sumatera Utara.

Eko semula menyatakan hasil rapid test LHI reaktif. Sebenarnya LHI sudah mendapat hasil nonreaktif dari rapid test pertama. Tersangka meminta korban tes ulang dengan membayar Rp 150 ribu.

"Sehingga dua kali dilakukan rapid test terhadap si korban, dua-duanya nonreaktif," Yusri menjelaskan.

Eko kemudian membawa LHI ke tempat sepi dan meminta uang tambahan Rp 1,4 juta.

Polisi menangkap tersangka di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumut, pada Jumat (25/9) lalu. Eko dijerat dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top