Kriminalitas Jakarta

Pemerasan Tes Rapid di Bandara Karena Ingin Uang Tambahan

publicanews - berita politik & hukumTersangka Eko Friston saat dibekuk polisi di Sumut. (Foto: Detik)
PUBLICANEWS, Jakarta - Motif calon dokter yang memeras, menipu, dan melecehkan peserta rapid test di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, karena menginginkan uang lebih. Tersangka Eko Firston mengaku dibayar Rp 375 ribu untuk menjadi operator rapid test.

"Yang bersangkutan menginginkan uang lebih," ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Polisi Ahmad Alexander Yurikho saat dikonfirmasi media, Minggu (27/9).

Untuk detail konstruksi perkaranya, Alex menambahkakan, akan disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (28/9) besok.

Kasus pelecehan ini terungkap setelah korban LHI mengunggah di media sosial. Ia dinyatakan reaktif Corona oleh tersangka Eko dan diminta rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Eko kemudian membawanya ke tempat sepi dan meminta uang tambahan Rp 1,4 juta.

Polisi menangkap Eko di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis atas kasus pelecehan, pemerasan, dan penipuan. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Arif K Wibisono @arifkwibisono27 September 2020 | 22:11:26

    Trrgiur cara mudah mendapatkan uang. Sayang caranya salah. Penjarakan.

Back to Top