Tolak Otsus, Aksi Massa di Nabire Ancam Mogok Sipil Papua

publicanews - berita politik & hukumAksi massa longmarch menuju Kantor Bupati Nabire, Papua, Kamis (24/9). (Foto: Twitter/@VeronicaKoman)
PUBLICANEWS, Jakarta - Demo besar-besaran terjadi di Kabupaten Nabire sepanjang Kamis (24/9). Ribuan warga Papua turun ke jalan meneriakan yelyel penolakan perpanjangan Otonomi Khusus atau Otsus Jilid II.

Massa berjalan kaki menuju Kantor Bupati Nabire, Papua, sambil membawa bendera warna merah dan poster. Mereka menyebutkan otsus akan selesai pada 2021.

Juru bicara aksi damai Petisi Rakyat Papua (PRP) Meepago Jefrry Wenda mengatakan, massa menyampaikan 8 poin petisi tuntutan rakyat Papua. Ia mengancam bila petisi tidak dipenuhi maka akan dilakukan aksi massa lebih besar lagi.

”Bila petisi ini tidak ditanggapi, kami akan melakukan mogok sipil nasional secara damai di seluruh West Papua,” ia menegaskakan, Kamis malam.

Petisi itu menyebutkan penolakan perpanjangan Otonomi Khusus jilid II dalam bentuk apapun diteritori West Papua meliputi Papua dan Papua Barat.

Mereka juga menuntut penentuan nasib sendiri melalui referendum dengan supervisi internasional. Aksi juga meminta penghentian penyisiran di Kabupaten Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Oksibil, dan Timika serta seluruh Tanah Papua. Massa menuntut pengusutan penembakan Pendeta Yeremia Zanambani dan Pendeta Gemini Nirigi. Kemudian, menyeru agar warga Nabire melakukan golput dalam Pilkada Serentak 2020. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top