Polisi Tembak Warga Hingga Tewas di Makassar Dihukum Disiplin

publicanews - berita politik & hukumKeluarga tiga korban penembakan di Makassar lapor ke Polda Sulsel. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Makassar - Sidang disiplin yang digelar di Mapolda Sulawesi Selatan menjatuhkan sanksi terhadap 12 polisi yang berdinas di Mapolres Pelabuhan, Makassar. Meteka terkait dalam kasus penembakan terhadap 3 warga, salah satunya tewas sedangkan dua lainnya sudah pulih dari perawatan.

Insiden penembakan terjadi di Jalan Barukang, Kelurahan Pattingngaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Minggu (30/8) dini hari.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Ibrahim Tompo mengatakan ke-12 oknum polisi tersebut yaitu AKP Th, Iptu MS, Ipda MF, Aipda IB, Aipda JM, Bripka Us, Bripka MA, Bripka MI, Bripka YG, Brigpol IF, Brigpol HP, dan Aiptu HM.

Mereka dikenai sanksi berbeda-beda. AKP Th, Iptu MS, dan Ipda MF dinilai tidak dapat membimbing bawahannya mendapat hukuman berbentuk penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari, teguran tertulis dan mutasi demosi.

"AKP Th itu Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar," katanya Kamis (24/9) malam.

Delapan bintara polisi Aipda IB, Aipda JM, Bripka Us, Bripka MA, Bripka MI, Bripka YG, Brigpol IF, dan Brigpol HP, dihukum mulai dari penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari, penundaan pendidikan, mutasi domisili, dan penundaan pangkat 2 periode.

Mereka terbukti tidak melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab sehingga saat melaksanakan tindakan kepolisian (diskresi) menyebabkan 3 orang masyarakat tertembak.

Kemudian Aiptu HM dihukum penempatan dalam tempat khusus selama tujuh hari. Ia dinilai tidak melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggungjawab sehingga para oknum anggota dapat mengambil senjata laras panjang.

Dalam kasus ini terdapat tiga warga yang menjadi korban. Korban Anjasmara (23) meninggal dunia di RS Bhayangkara terkena tembakan di bagian kepala. Dua korban lainnya yaitu Amal Ma'ruf (19) dan Ikbal (22) tertembak di bagian betis.

Keluarga korban yang diwakili LBH Makassar mengatakan adanya bukti pelanggaran etik dan disiplin diharapkan dapat membuka jalan dugaan pelanggaran pidana. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo25 September 2020 | 07:35:26

    Yah disiplin doang? Kasihan keluaeganya dong....

Back to Top