Jakarta

Anies Perpanjang PSBB Meski Kasus di Jakarta Melandai

publicanews - berita politik & hukumPuluhan warga 02 Pinangsia dan pekerja hiburan malam Kompleks Kota Indah menjalani tes usap di lokasi tempat hiburan di Jakarta, 23 Juli 2020. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan memutuskan kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari ke depan atau sampai 11 Oktober. Keputusan ini dilakukan bersama Kemenko Maritim dan Investasi dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Anies mengatakan, berdasar data Kemenko Kemaritiman dan Investasi, data kasus di DKI telah melandai dan terkendali. Pada 12 hari pertama September, terjadi penambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Melandainya kasus harian terlihat pada awal September ketika nilai Rt Jakarta adalah 1,14 dan saat ini berkurang menjadi 1,10. Artinya, dari 100 orang berpotensi menularkan virus turun dari 114 orang menjadi 110 orang lainnya. Anies menegaskan penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00.

"Walau telah menunjukkan tanda awal pelambatan, peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir," ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9).

Meski kasus Covid-19 DKI Jakarta sudah melandai tetapi kawasan Bogor, Depok, dan Tangerang (Bodetabek) masih meningkat. "Perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan," ia menambahkan.

Menurut Anies, melandainya kasus di Ibukota karena kurangnya mobilitas warga setelah diterapkan PSBB yang diperketat. Jika tanpa PSBB ketat, ia memperkirakan penambahan bisa mencapai di atas 2 ribu kasus baru dalam sehari. Namun, saat ini baru 50 persen warga tinggal di rumah sedangkan target minimal 60 persen agar kasus kian melandai.

Hari ini kasus baru di Jakarta bertambah 1.044 pasien sehingga total kasus telah mencapai 65.687. Jumlah tersebut masih yang tertinggi di Indonesia. Sedangkan orang yang sembuh total 51.494 pasien dan korban meninggal 1.628 jiwa.

Data Pemprov DKI Jakarta per 23 September 202, tes PCR sudah dilakukan terhadap 857.863 orang dari 10.644.986 jumlah penduduk. Sementara jumlah tes PCR di 33 provinsi lainnya baru mencapai 941.700 orang.

Secara keseluruhan orang Indonesia yang mengikuti tes PCR sebanyak 1.799.563 orang. Artinya, 48 persen tes dilakukan oleh provinsi DKI Jakarta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top