GP Ansor Desak Polisi Usut Kekerasan Terhadap Keluarga Segaf Al-Jufri

publicanews - berita politik & hukumKombes Pol Andi Rifai (Foto: tangkapan layar YouYube/@peristiwa solo)
PUBLICANEWS, Solo - Gerakan Pemuda atau GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) mengecam aksi kekerasan sekolompok orang radikal terhadap keluarga almarhum Segaf Al-Jufri di Solo yang tengah menggelar acara Midodareni.

"Kami mengecam tindakan brutal dan main hakim sendiri oleh sekelompok orang di Solo kemarin malam,” kata Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) Sholahuddin Aly atau Gus Sholah, di Solo, Minggu (9/8).

Ia menegaskan polisi sebagai penegak hukum harus berani menangkap para pelaku aksi brutal dan kericuhan di Mertodranan, Solo, tersebut. "Kami juga mendorong aparat menjamin rasa aman kepada siapa pun warga Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan adat yang tidak melanggar norma,” ujarnya.

Kecaman juga disampaikan Ketua GP Ansor Solo Arif Sarifudin. "Kami juga mengajak seluruh masyarakat Solo untuk sama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Apalagi saat ini mendekati pilkada,” ujarnya.

Aksi brutal puluhan orang tidak dikenal mendatangi rumah Segaf Al-Jufri dibenarkan Lurah Pasar Kliwon Supatno. Ia mengatakan terjadi kesalahpahaman. "Ada wargaku mau lamaran. Rumangsane (diduga) acara yang melanggar," ujarnya.

Sementara Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andi Rifai mengatakan ada kelompok yang menganggap kegiatan yang dilakukan keluarga tersebut tidak sesuai. Ia membenarkan aksi brutal yang melukai tiga orang dan beberapa kendaraan rusak akibat terkena lemparan batu.

Andi membenarkan ia sempat kena pukul saat evakuasi korban. "Saat evakuasi itu ada dari kelompok mereka yang melakukan tindakan yang melukai. Ada yang kena pukul dan lemparan (batu) kena di kepala. Tiga orang," katanya.

Dalam kerusuhan di Jl. Cempaka No. 81 Kp. Mertodranan Rt 1/1 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta tersebut tiga orang disebutkan terluka. Mereka yang terluka yaitu yaitu Umar Assegaf (54 thn), Hadi Umar (15 thn) dan Husin Abdullah (57 thn). Ketiganya bergelar habib. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo11 Agustus 2020 | 16:23:37

    sepakat. Harus diselidiki dan diberi sanksi kalau salah.

Back to Top