Kriminalitas Surabaya

Korban Fetish Kain Jarik Bisa Bertambah

publicanews - berita politik & hukumPolisi menghadirkan Gilang Aprilian Nugraha Pratama, sang predator fetish di Polrestabes Surabaya, Sabtu (8/8). (Foto: suarasurabaya net)
PUBLICANEWS, Surabaya - Jajaran Polrestabes Surabaya terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan kasus pelecehan seksual mahasiswa Unair, Surabaya. Hal itu menyusul tertangkapnya pelaku Gilang Aprilian Nugraha Pratama di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8).

Polisi memperkirakan jumlah korban fetish kain jarik bisa bertambah. "Artinya tidak menutup alat bukti lain, termasuk saksi dan korban lain yang kita tunggu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8).

Polisi menghadirkan Gilang, sang predator fetish. Tangan mahasiswa semester akhir Unair itu dalam keadaan terborgol, memakai sarung tangan, masker, dan face shield. Ia mengenakan baju tahanan dan celana pendek abu-abu serta sandal jepit merah. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Gilang dalam gelar kasus tersebut.

Pelaku mengajak para korban ke tempat kos, lalu membungkusnya dengan kain jarik atau kebaya. "Nanti bukti dalam keterangan awalnya atau petunjuknya mengatakan ada penyentuhan terhadap alat vital dan lain-lain," ujar Trunoyudo.

Polisi mengamankan barang bukti dari korban berupa dua unit ponsel lengkap dengan sim card, tiga lembar kain jarik batik, seutas tali rafia, dan dua buah lakban warna hitam.

"Kita amankan selembar masing-masing kain putih, kain jarik dan tali benang warna hitam dan putih dari tangan Gilang," Trunoyudo menambahkan.

Menurut Trunoyudo, korban yang melapor ke ayanan aduan Unair sudah mencapai 20 orang. "Namun 'kan universitas masih sumir, tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi keterangan baru, bahkan korban baru," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top