Kriminalitas Sukabumi

Yuni Sara cs Dipolisikan Karena Investasi Bodong 'Big Boss'

publicanews - berita politik & hukumKuasa Hukum korban investasi bodong Cianjur memperlihatkan bukti pembayaran di Mapolres Sukabumi Kota, Jabar, Kamis (6/8). (Foto: Sukabumiupdate.com)
PUBLICANEWS, Sukabumi - Sebanyak 159 korban investasi bodong 'Big Boss' melaporkan empat wanita pengelolanya ke Mapolres Sukabumi. Keempatnya adalah Yuni Sara, Dewi Fatimah, Rika Kartika, dan Susi Sumiati.

Pengacara Anggi Triana Ismail menjelaskan, korban melapor atad dugaaan menjadi telah terjadi penipuan dan penggelapan. Pengelola menjanjikan sebuah paket, family, umrah, kurban dan sebagainya.

"Ketika klien kita sudah setor, tapi faktanya tidak ada sama sekali paket yang ditawarkan itu," ujar Anggi di Mapolres Sukabumi, Kamis (6/8).

Menurutnya, seluruh kliennya sudah menyetorkan sejumlah uang untuk mendapatkan paket tersebut. Namun hingga saat ini apa yang dijanjikan tidak kunjung mereka terima.

"Korban sebagian dari Kota Sukabumi, total kerugian Rp 160 juta lebih. Itu yang baru kita hitung, belum kita rekap semuanya kerugian yang dialami klien saya," ujar Anggi.

Selain melaporkan secara pidana, Anggi juga berencana melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Kota Sukabumi perihal nama perusahaan CV Hoki Abadi Jaya.

Anggi berharap kasus ini menjadi perhatian dari pemerintahan setempat. "Ini harus ada peran aktif stakeholder terkait kasus ini, ini (korbannya) sudah ribuan saya yakin," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top