Hana Hanifah Mengaku ke Polisi Setahun Terlibat Prostitusi

publicanews - berita politik & hukumHana Hanifah. (Foto: Instagram/@hanaaaast)
PUBLICANEWS, Medan - Polisi menetapkan dua mucikari sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi selebgram Hana Hanifah. Keduanya adalah R dan J.

R langsung ditahan seusai pemeriksaan, sedangkan J masih dalam pengejaran.

"Mereka dijerat dengan Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko kepada wartawan, Selasa (14/7) malam.

Menurut Riko, J merupakan mucikari yang menawarkan Hana kepada pengusaha A yang turut diamankan polisi di sebuah hotel berbintang di Medan. Sedangkan R menjemput sang artis di Bandara Kualanamu dan mengantarkannya ke hotel untuk menemui A.

Riko menjelaskan, R berkomunikasi dengan J yang ada di Jakarta. "R mendapat tugas dari J untuk menemani dan membantu HH selama berada di Medan dan mengantarkannya kepada A di hotel," ujarnya.

Oleh J, R dijanjikan imbalan Rp 4 juta untuk mengurus Hana selama di Medan.

Untuk artis Hana dan A, Riko menambahkan, statusnya masih sebagai saksi. Dalam pemeriksaan polisi, Hana mengaku baru pertama kali ke Medan. "Dia sudah terlibat prostitusi selama satu tahun," katanya.

Polisi masih mengembangkan pengakuan artis 23 tahun itu. Namun tidak menutup kemungkinan Hana menjadi tersangka. Penyidik, ujar Riko, masih mendalami bukti-bukti chat antara Hana dengan 'rekan-rekannya' di beberapa kota.

Menurut Riko, bintang FTV itu memiliki kontak di Jawa Timur, Sumsel, Jabar, dan daerah lainnya. Namun, polisi belum menyimpulkan chat tersebut berkaitan dengan kegiatan prostitusi.

"Kami belum berani menyimpulkan seperti itu, ya atau tidak, karena menurut pengakuan dari saksi HH bahwa orang orang tersebut dikenalkan oleh saudara J dan saudara R yang dia kenal di salah satu cafe di Senayan, Jakarta," katanya.

Selain itu, dari hasil penyidikan dan pendalaman, polisi juga menemukan atau fakta Hana menggunakan surat palsu. Kepolisian Medan akan mengecek surat tersebut ke Jakarta.

"Ada dugaan dari barang-barang bukti yang kita sita dari saksi H terkait penggunaan surat palsu yang digunakan saksi H," Riko menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top