Kriminalitas Lampung

Perkosa Anak dalam Perlindungan, Komnas PA Minta DA Dihukum Setimpal

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait. (Foto: Komnas PA)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengecam tindak kekerasan seksual yang dilakukan Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinisial DA.

"Pelaku harus dijerat dengan hukuman yang setimpal dengan kejahatannya sebab kejahatannya bisa merupakan tindakan pidana luar biasa (extraordinary crime)" ujar Arist melalui rilisnya,Selasa (7/7).

Tindakan tak terpuji DA, Arist menambahkan, sudah mencederai gerakan perlindungan anak di Lampung, bahkan Indonesia. Komnas PA segera membetuk Tim Rehabilitasosial Sosial Korban dengan melibatkan LBH, LPA Provinsi Lampung, dan LPA Lampung Timur.

Demi keadilan dan perlindungan hukum korban, Komnas PA juga mendesak Polda Lampung untuk bekerja cepat menindaklanjuti laporan orangtua korban yang didampingi LBH Lampung.

"Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen mendorong penyidik Polda Lampung untuk tidak segan-segan menerapkan pasal berlapis terhadap pelaku sehingga anak yang menjadi korban mendapatkan keadilan dan kepastian hukum," Arist menegaskan.

DA memperkosa anak di bawah umur --sebut saja Bunga-- yang tengah dititipkan di rumah aman, karena pernah menjadi korban pemerkosaan beberapa waktu lalu. Kasus ini terungkap setelah ayah korban melapor. Menurut sang ayah selain memperkosa, DA juga menjual anaknya ke lelaki lain dengan tarif Rp 700 ribu.

Korban terpaksa mengikuti perintah pelaku karena diancam bakal dimutilasi dan disantet jika tidak mau mengikuti kemauannya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top