Pencemaran Nama Baik

Denny Siregar Menggertak Laporkan Balik Pelapornya

publicanews - berita politik & hukumArtikel dan foto Denny Siregar di akun Facebook, 27 Juni 2020. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar meyakini tidak ada yang salah dalam tulisan dan foto di akun Facebooknya. Unggahan itu dipersoalkan Forum Mujahid Tasikmalaya, Jawa Barat

Kuasa hukum Denny, Muannas Aladaid, mengatakan dalam tulisan berjudul: 'Adek-adekku Calon Terorus yang Abang Sayang' tidak disebutkan nama atau pihak manapun. Penggunaan foto juga dicantumkan hanya ilustrasi.

"Foto ilustrasi disoal, tak ada tulisan sebut pihak manapun dilaporkan smp minta ditangkap, yg hrs ditangkap itu ancaman diatas 5th membawa anak dlm kegiatan politik/ekploitasi anak ini 5 s.d 15th Penjara. laporan DS ini framing aja bkn penegakkan hukum tp kepentingan kelompok," Muannas mencuit lewat akun Twitternya, Minggu (5/7).

Fungsionaris LBH PSI itu menyertakan unggahan program acara 'Apa Kabar Indonesia Malam' di TvOne. Muannas mengatakan akan melaporkan balik pelapor Denny.

“Kita akan melaporkan juga dalam kasus pelibatan anak untuk kepentingan politik dan kita juga punya bukti-bukti itu,” ujar Muannas dalam tayangan tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Denny menanggapi santai. Sebaliknya, bila ia melaporkan balik ancaman pembawa anak-anak dalam aksi demo bisa dipenjara 15 tahun penjara.

“Paling seandainya gua masuk ancaman hukuman penjara 4 tahun. Tapi yang menggunakan anak utk demo itu ancaman hukumannya bisa sampe 15 tahun. Nah lho, pilih deh tu. Mau dilaporin balik gak?”
pegiat media sosial yang dijuluki 'Panglima Cebong' itu menggertak.

Denny dilaporkan Ketua Forum Mujahidin Tasikmalaya Nanang Nurjamil bersama Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani, di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (2/7).

Laporan berdasar tulisan Denny di akun Facebook pada 27 Juni 2020, kini telah dihapus. Artikel dan foto tersebut dinilai mengandung unsur penghinaan, pencemaran nama baik, dan pemanfaatan foto tanpa hak.

"Ada foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi Tasikmalaya yang membawa bendera tauhid berwarna hitam dan putih," kata Nanang usai melapor di Mapolres Tasikmalaya. Anak-anak tersebut disebutkannya usai mengaji di Istiqlal, yang kebetulan bebarengan dengan aksi 212 pada 2017. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah05 Juli 2020 | 19:04:14

    Ayo adu pinter, adu hukum.

Back to Top