Mentawai

Anak Yatim Tewas Minum Racun, Trauma Diperkosa Pendeta

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Mentawai - Kisah pilu berujung bunuh diri dilkakukan remaja KL (16). Ia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Nyawanya tak tertolong meski sudah menjalani perawatan selama 18 hari.

Direktur RSUD Mentawai Jimmy Yul Ambarita saat dikonfirmasi pada Rabu (1/7) membenarkan korban meninggal pada Minggu (29/6) sebagai akibat minum racun.

"Racun masih ada dalam tubuhnya diduga korban nekat melakukan tindakan tersebut diduga karena depresi," kata Jimmy.

KL tidak mampu menanggung beban hidup setelah menjadi korban rudapaksa seorang pendeta berinisial RP (46). Semula KL diambil dari yayasan panti asuhan di Padang. Pelaku membawa korban ke Mentawai untuk diasuh sekaligus untuk membantu merawat orang tua sang pendeta yang sudah berumur.

Korban yang tinggal serumah dengan RP tampaknya tak berdaya menjadi pelampias kebejatan RP. Kasus ini lama terbongkar karena tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. Korban diduga tertekan sehingga tidak melaporkannya.

Jenazah anak yatim piatu tersebut telah dimakamkan pihak keluarga satu marga di Tuapeijat, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, di TPU Satuan Pemukiman (SP) 3.

Polres Mentawai telah menahan pelaku. Pendeta yang telah dipecat itu dijerat dengan pasal berlapis dalam UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 64 ayat (1) KUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. cin94 @cin9401 Juli 2020 | 23:04:33

    yaampun..

  2. Anak Gaul @gakasikah01 Juli 2020 | 18:34:34

    sadis ya....

Back to Top