Jadi Tersangka, Akankah 'Tukang Lapor' Jack Boyd Lapian Ditahan Besok?

publicanews - berita politik & hukumSekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian (kiri). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelapor banyak kasus Jack Boyd Lapian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik pendiri Kaskus Andrew Darwis. Warganet pun menyahuti status tersangka 'si Tukang Lapor' tersebut.

'Si Tukang Lapor' akhirnya jadi Tersangka!!!" akun @mas__piyuuu mencuit Rabu (1/7).

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono, gelar perkara kasus Sekjen Cyber Indonesia itu telah dilaksanakan pada 16 Juni 2020. "Dari hasil gelar perkara tersebut diputuskan bahwa Saudara Jack statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka," kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel sebetulnya dilaporkan ke Bareskrim Polri pada penghujung 2019. Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/097/XI/2019/Bareskrim tgl 13 November 2019. Jack dan Titi, Awi menambahkan, dilaporkan oleh Andrew dengan pasal pencemaran nama baik.

Dalam kasus ini Jack sebagai pengacara Titi mengatakan kliennya meminjam uang Rp 15 miliar kepada seorang bernama David Wira, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew. Titi memberikan jaminan sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan, pada November 2018.

Polisi Proses Laporan Cyber Indonesia Terhadap Rocky Gerung

Jack menduga sertifikat gedung itu kemudian dialihkan kepemilikannya atas nama Andrew. Sebaliknya, Andrew membantah dan melaporkan balik Titi dan Jack ke Bareskrim Polri.

Jadi tersangka, Jack yang dikenal sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekaligus pendiri BTP Network itu dijerat Pasal 45 (3) Jo Pasal 27 (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Sementara tersangka Titi dikenakan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Menurut Awi, Jack akan kembali diperiksa sebagai tersangka Kamis (2/7) besok. "Surat panggilan sudah dikirimkan sejak tanggal 29 Juni 2020," ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu. Namun, Awi tidak menjelaskan apakah Jack langsung ditahan.

Jack, yang juga dikenal sebagai pendukung Jokowi, pernah melaporkan musisi Achmad Dhani dalam kasus cuitan di Twitter, Rocy Gerung soal kitab suci fiktif, politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, hingga Gubernur Anies Baswedan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo02 Juli 2020 | 05:26:37

    Gak perlu nunggu jumat?

Back to Top