TKW Disiksa Majikan di Arab, Kasusnya Terbongkar di Medsos

publicanews - berita politik & hukumSurani binti Prapto Suratno Buruh migran Indonesia (BMI) yang mengaku disiksa di Saudi. (Foto: Facebook/Garda BMI)
PUBLICANEWS, Sragen - Surani (45), TKW asal Dukuh Ngembat, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen, Jateng dikabarkan menjadi korban penganiayaan majikannya di Arab Saudi. Sang majikan menyekap Surani tanpa makanan dan melarang pulang ke Indonesia.

Kasi Penempatan dan Informasi Tenaga Kerja Disnaker Sragen Ernawan mengatakan sudah berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta.

"Kita mendapat informasi itu sejak Jumat (26/6) dari media sosial," kata Ernawan saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Laporan yang ditangani BP2MI langsung diteruskan ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah dan mendapat respon positif.

"Paginya membentuk tim langsung ke lapangan klarifikasi itu. Informasi (penyekapan TKW Desa Mojorejo) itu benar dan TKW itu diambil langsung oleh KJRI," ujar Ernawan.

KJRI Jeddah telah mempolisikan majikan Surani. Surani sementara ditempatkan di shelter sambil menunggu prosesnya selesai, lalu memulangkannya ke Indonesia.

Ernawan menjelaskan Surani berangkat ke Arab Saudi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Surani bekerja dua kali dengan majikan berbeda. Majikan pertama berperilaku baik.

"Setelah majikannya meninggal itu diambil ke adiknya. Setelah 2016 sampai sekarang sering mendapat perlakuan tidak baik. Disekap dalam kamar," katanya.

Surani sudah 18 tahun tidak mudik. Ia pun memberanikan membuat video tentang penderitaannya di Arab. Facebook Garda BMI mengunggah video tersebut untuk mendapat perhatian dari Indonesia.

Selama ini Ernawan berkomunikasi dengan keluarga Surani tersebut di kampung halamannya dan menginformasikan Surani sudah aman. "Tinggal tunggu mendapat hak-haknya," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top