Gowa

Pasien Stroke Dinyatakan PDP, Keluarga Gugat Gugus Tugas

publicanews - berita politik & hukumAndi, suami yang tidak terima istrinya dimakamka dengan protokol Covid-19 di Gowa, Sulsel. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Gowa - Andi Baso Ryadi (46) menggugat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena tidak terima istrinya Nurhayani Abram (48) dimakamkan dengan protokol Corona.

Menurut Andi, sang istri meninggal karena penyakit stroke setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Ia mengklaim hasil tes swab-nya negatif.

"Logikanya, jika istri saya PDP (pasien dalam pengawasan), paling tidak saya dan anak-anak itu ODP (orang dalam pemantauan) dan diisolasi," kata Andi kepada wartawan, Selasa (2/6).

Sejauh ini petugas Covid-19 tidak melakukan tindakan mengisolasi Andi dan keempat anaknya. Namun petugas memakamkan Nurhayani dengan protokol Covid-19 di pemakaman Macanda, Gowa, Jumat (15/5).

Awalnya, Andi berharap jenazah istrinya bisa dibawa pulang dan tidak dimakamkan di Macanda. Namun permintaanya ditolak rumah sakit. Andi dan anak-anaknya pun dilarang mendekati proses pemulsaran jenazah istri.

"Petugas tim gugus pergi begitu saja usai menguburkan jenazah. Kini saya berhak mengambil dan memindahkan jenazah istri saya," ia menegaskan.

Upayanya membawa kasus tersebut ke jalur hukum mendapat dukungan dari sejumlah pengacara secara cuma-cuma. Selain itu, ia ingin mengklarifikasi soal penyebab kematian Nurhayani.

"Saya akan gugat tim gugus, meminta jenazah istri saya, dan memindahkan ke pekuburan keluarga di kampung serta memulihkan nama baik dan keluarga," ia menambahkan.

Andi mengaku setelah istrinya meninggal, ia mengalami kesulitan dalam kehidupan sosial dan menghidupi empat anaknya. "Karena status PDP ini kami dikucilkan keluarga, bisnis pun tidak jalan. Saya merugi," katanya.

Sementara, Kepala RS Bhayangkara Kombes Farid Amansyah meluruskan bahwa tim dokter menemukan peradangan di paru-paru Nurhayani sehingga dinyatakan PDP.

"Dari kelainan paru-paru inilah statusnya PDP. Walaupun meninggalnya bukan karena itu (radang paru-paru), tapi karena stroke," ujar Farid saat dikonfirmasi terpisah. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top