Pemakaman Jenazah PDP di Manado Tanpa Protokol Covid-19

publicanews - berita politik & hukumKeluarga pasien PDP di RS Pancaran Kasih saat hendak menjemput jenazah anggota keluarganya. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Manado - Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado, Sulawesi Utara, menyesalkan pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak mengikuti prosedur protokol kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Manado Sanil Marentek mengatakan, tidak bisa berbuat banyak karena berhadapan dengan ratusan massa.

"Jenazah yang dijemput dari rumah sakit oleh ratusan massa itu akhirnya dikebumikan oleh keluarga," ujar Marentek dalam keterangannya, Selasa (2/6) sore.

Saat ini Gugus Tugas masih menunggu hasil uji swab saat pasien tersebut masuk Rumah Sakit Pancaran Kasih. "Saya sangat berharap agar hasil uji pasien tersebut menunjukan negatif," kata Marentek.

Direktur Utama RS Pancaran Kasih Frangky Kambey mengatakan almarhum berusia 52 tahun, berstatus PDP dengan diagnosa pneumonia dan tak sadarkan diri saat masuk perawatan hingga meninggal.

Kembey dalam keterangannya membantah ada upaya penyogokan keluarga almarhum. Namun, uang sebesar Rp 500 ribu diberikan untuk membantu menyalatkan jenazah, karena kebetulan pasien yang meninggal pada Senin kemarin itu beragama Islam.

Sejak kemarin, beredar informasi Facebook bahwa pasien meninggal karena sakit jantung dan disebutkan pihak rumah sakit menyogok keluarga agar pasien dimakaman sesuai prosedur korban Covid-19.

Ratusan warga asal Kecamatan Singkil di Kota Manado kemudian menggeruduk rumah sakit dan membawa jenazah ke rumah dan dimakamkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top