Polres Sragen Ambil Alih Kasus Ancaman kepada Petugas Medis

publicanews - berita politik & hukumS (50), petugas medis Puskesmas Kedawung II, yang menjadi korban teror via WA usai menangani pasien positif Covid-19. (Foto: joglosemarnews.com)
PUBLICANEWS, Solo - Polisi membuka isi pesan WhatsApp bernada ancaman yang ditujukan kepada S (50), tenaga medis Puskesmas Kedawung, Sragen. Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan jajarannya bergerak cepat setelah mengambil alih kasus tersebut dari Polsek Kedawung.

"Hanya mengatakan melalui SMS atau WA kepada tenaga medis tersebut bahwa 'saya (pelaku) sudah tahu Anda. Nanti Anda akan menerima akibatnya'," kata Raphael kepada wartawan di Gedung Warastratama, Solo, Selasa (2/6).

Pesan tersebut, Raphael menambahkan, terus dikirim oleh pelaku dengan tulisan berbeda-beda. "Kami Kunya Cara Sendiri utk Membalas, Kalo g sekarang brrti besok atau Lusa, Hati2 dg Kehidupan ANDA," ujar Raphael membacakan isi pesan.

Sejak kasus ditangani Polres Sragen, Minggu (31/5), polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa empat orang termasuk korban. "Sementara kami masih dalam rangka penyelidikan untuk melakukan pengungkapan kasus tersebut," ujarnya.

Polisi masih mencari identitas pelaku yang kabarnya mengaku sebagai koordinator klaster dari pasien positif Corona yang ditangani S.

Kasus ini menyita perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meminta kepolisian menyelesaikan persoalan itu. "Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapa pun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," ujar Ganjar, Minggu (31/5).

S menerima pesan ancaman itu pada Jumat (29/5). Berdasarkan tangkapan layar ponsel korban, si pengirim melontarkan sekitar 10 pesan bernada intimidasi, yang dikirim dalam rentang pukul 06.45 WIB hingga 06.55 WIB. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top