Timor Tengah Selatan

Oknum TNI di Posko Covid-19 Diduga Aniaya Warga

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Kupang - Anggota TNI berinisial AB diduga menganiaya Markus dan Yendris saat keduanya melintasi posko Covid-19 di Desa Naefatu, Santian, Timor Tengah Selatan (TTS).

Saat itu Markus bersama Yendris hendak mengantarkan makanan untuk rekan kerjanya di Desa Naefatu, Minggu (31/5). Mereka harus melintasi posko Covid-19 yang dijaga sejumlah aparat TNI.

"Ada sekitar lima petugas. Kami dipersilakan masuk. Tapi kurang dua meter kami dipanggil Pak Babinsa (AB)," kata Markus saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/6).

Ketika mendekat, Markus tiba-tiba ditendang oleh AB di dadanya hingga terjatuh. "Katanya saya cuek sama dia. Harusnya sikap siap, baru maju menghadap dia," Markus bercerita.

Ia menjelaskan, AB kemudian memintanya bangun namun kembali ditendang hingga tersungkur ke lumpur. Oknum Babinsa itu bahkan memintanya berguling-guling di lumpur.

"Lalu saya disuruh pergi bawa motor. Saya lihat teman saya Yendris masih dipukul dan ditempeleng 10 kali dan ditendang di bagian dada," Markus menjelaskan.

Kedua buruh bangunan itu diminta push up 20 kali. Markus tak berdaya namun oknum tersebut malah memukulnya menggunakan pengeras suara atau toa. Kepala Markus bercucuran darah.

"Kami dibolehkan pergi, tapi kami melaporkan oknum TNI ke Polres TTS dan Kodim TTS," ujarnya.

Ia menduga oknum anggota TNI tersebut di bawah pengaruh alkohol alias mabuk. Markus pun meminta polisi segera mengusut kasus tersebut. "Kami minta kasus ini segera diusut," ia menandaskan.

Terpisah, Dandim TTS 1621 TTS Letkol CZI Koerniawan Pramulyo mengaku telah memanggil oknum AB untuk diperiksa. "Kami masih fokus mempersiapkan new normal. Nanti disampaikan," ujar Koerniawan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top