Kupang

NU NTT Minta Suryadi Koda Diproses Hukum Karena Sebarkan HTI

publicanews - berita politik & hukumKetua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur H Jamaludin Ahmad (Foto: Nu.or.id)
PUBLICANEWS, Kupang - Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Timur H Jamaludin Ahmad meminta Suryadi Koda dan istri diproses hukum karena menyebarkan ideologi khilafah. Apalagi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

"Organisiasi ini sudah dilarang, tetapi secara personal masih ada gerakan sehingga perlu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk proses hukum terhadap sel-sel HTI yang masih ada," ujar Jamaludin Ahmad, seperti dikutip Antara, Senin (1/6).

Suryadi menyebarkan video dan brosur khilafah saat perayaan Idul Fitri 1441 H lewat loper koran. Tindakan ini, menurut Jamaludin, sudah merupakan tindakan subversif sehingga harus dihukum sebarat-beratnya.

Menurutnya, pimpinan HTI masih saja menyebarkan ideologi HTI dengan berbagai modifikasi melalui pertemuan kegiatan keagamaan. Padahal, Jamal menyebut pemuda Anshor NTT telah berulang kali melaporkan hal ini pada pihak keamanan.

"Mereka buat kegiatan keagamaan, tetapi ternyata di dalamnya adalah orang-orang HTI yang ingin menyebarkan ajaran yang sesat," katanya.

Ia mengkgawatirkan pengurus HTI sudah mulai mempengaruhi anak-anak yang masih di bawah umur dengan mengibarkan atribut HTI di tempat ibadah. Jamal mengatakan tindakan HTI ini sudah sangat serius dan bisa berujung pada makar.

"Kami dukung apabila aparat keamanan tangkap semua pentolan-pentolan HTI sehingga bisa menjadi jera," ujarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top