Kriminalitas Tapanuli Selatan

Tembak dengan Senapan Angin, Dua Kelompok Warga Bentrok

publicanews - berita politik & hukumSebuah truk pemadam kebakaran dikerahkan memadamkan rumah yang terbakar dalam aksi bentrok dua kelompok warga di Tapanuli Selatan, Sumut, Selasa (26/5). (Foto: rakyatsumut.com)
PUBLICANEWS, Tapsel - Polda Sumatera Utara mengusut aksi bentrok dua kelompok warga di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (26/5).

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menyebut belasan warga dari Desa Huraba dengan Kelurahan Pintu Padang menjadi tersangka karena terlibat melakukan pengeroyokan dan pengrusakan.

"Hingga saat ini sudah ada 17 orang kami tetapkan tersangka. Tujuh di antaranya telah ditahan di Mapolres Tapsel," kata Martuani kepada wartawan di kantornya, Senin (1/6).

Pemicu bentro dua desa di Tapsel itu karena hal sepele, yakni sekelompok remaja yang tidak terima mendapat teguran karena menembaki remaja Pintu Padang dengan senapan angin.

Akibat bentrok tersebut satu unit sepeda motor dan sebuah rumah hangus terbakar. Selain itu lima warga mengalami luka-luka.

Kapolda langsung menerjunkan sejumlah anggotanya dalam gelar patroli guna meredam suasana sekaligus mencegah bentrok susulan. Polisi juga dibantu dari unsur TNI.

Menurut Martuani, wilayah Deli Serdang, Labuhan Batu, Langkat, dan Medan menjadi lokasi rawan terjadi bentrok, terutama aksi-aksi kenakalan remaja yang berujung perselisihan antarkelompok.

"Saya aktifkan kembali patroli skala besar untuk meminimalisir aksi brutal khususnya dari geng motor," ia menjelaskan.

Kasus ini bermula dari sekelompok remaja Desa Huraba yang tidak terima warga Pintu Padang naik motor dengan knalpot bising. Mereka kemudian menembaki para pengendara yang melintas dengan senapan angin.

Para pengendara pun menegur, lalu terjadi cekcok. Remaja Desa Huraba memukul warga Kelurahan Pintu Pandang sehingga terjadi pertengkaran besar kedua kelompok warga. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top