Modus Baru Penyebaran Khilafah Diselipkan ke Koran

publicanews - berita politik & hukumSelebaran khilafah yang diselipkan dalam lembaran koran yang dijual para loper di lampu merah El Tari, Kupang, Kamis (28/5). (Foto: Polres Kupang)
PUBLICANEWS, Kupang - Polisi menduga Suryadi Koda dan istri yang ditangkap pada Kamis (28/5) lalu merupakan pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kapolres Kupang Kota AKBP Satria Binti mengatakan, informasi tersebut ia dapat dari Brigade MeoMercy, organsasi yang proses penangkapan keduanya.

"Keduanya masih dalam pemeriksaan penyidik terkait riwayat kegiatan mereka," ujar Satria saat dikonfirmasi media, Senin (1/6).

Suryadi dan istri ditangkap di rumah kos Jalan El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena menyebarkan ideologi khilafah melalui pamflet yang diselipkan ke dalam koran.

Awalnya, polisi menerima pengaduan dari Brigade MeoMercy yang mengaku mendapat informasi melalui media sosial. Ada video mengenai kegiatan Suryadi dan istri.

"Ini yang masih kita kembangkan lagi apakah ada kelompok lain selain kedua pelaku. Masyarakat tidak perlu khawatir mereka sudah kami tahan," Satria menjelaskan.

Sebarkan Brosur Khilafah, Pasutri di Kupang Diamankan

Polisi menyita sejumlah selebaran berisi pesan khilafah, koran, dan satu unit laptop. Sampai saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di ruangan intel.

Modus menyelipkan selebaran ke dalam koran yang dijual oleh pengasong merupakan modus baru penyebaran terorisme. "Mereka membayar loper koran untuk menyebarkan selebaran itu," Satria menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Brigade MeoMercy Subelan mengungkapkan Suryadi pernah kepergok melakukan hal serupa beberapa waktu lalu. "Dia (Suryadi) pernah kami amankan. Sudah bebas dan sekarang berulah lagi," ujar Subelan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top