Majelis Ulama Aceh Kecam Aplikasi 'Kitab Suci Aceh'

publicanews - berita politik & hukumAplikasi Kitab Suci Aceh pada Google Playstore. (Foto: tangkapan layar)
PUBLICANEWS, Banda Aceh - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh meminta polisi mengusut keberadaan aplikasi 'Kitab Suci Aceh' berbasis platform di Google Playstore. Aplikasi tersebut dinilai mengusik ketenteraman warga.

"Kami mengecam keras terhadap hadirnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' karena kehadiran tersebut membangun citra jelek terhadap Aceh," kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (31/5).

Ia menduga ada pihak-pihak yang mendesain dan mencoba membangun citra jelek terhadap Aceh yang dikenal sebagai 'Serambi Mekah'. Faisal mengingatkan hal tersebut akan memicu konflik agama.

"Ada yang mencoba memanipulasi kebersamaan dan ketenteraman ya memang telah terbangun dengan baik di Aceh selama ini," ujarnya.

MPU akan berkoordinasi dengan Pemprov Aceh yang telah menyurati Google agar segera menutup aplikasi tersebut. "Kami juga meminta aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas aktor intelektualnya yang telah menghadirkan aplikasi tersebut," Faisal menegaskan.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengirimkan surat protes ke Google Indonesia perihal keberadaan aplikasi Kitab Suci Aceh di Google Playstore pada Sabtu (30/5). Dalam suratnya, Pemprov menilai aplikasi tersebut berpotensi provokatif. Nova menyatakan Google keliru dalam menerapkan aturan-aturan.

"Aceh menyatakan keberatan dan protes keras terhadap aplikasi tersebut," kata Nova kepada wartawan, kemarin.

Adapun poin-poin keberatan yang disampaikan Nova yaitu penamaan aplikasi yang tidak lazim secara bahasa. Ia berpendapat nama 'Kitab Suci Aceh' seolah menunjukkan bahwa itu hanya milik masyarakat Aceh.

Lazimnya, sebuah kitab suci adalah milik umat beragama tanpa batas. "Padahal kitab suci mayoritas masyarakat Aceh adalah Alquran," ia menandaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top