Gerakan Makar Yogyakarta, Dosen UGM Sebut dari Kelompok Sampah

publicanews - berita politik & hukumSelebarandiskusi virtual yang batal digelar di UGM, Yogyakarta, Jumat (29/5). (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Dosen Fakultas Teknik Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Bagas Pujilaksono Widyakanigara menyebut ada kelompok sampah di kampus Bulaksumur.

Pernyataan itu menyusul rencana diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.

Bagas yang mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini menyatakan diskusi yang dimotori mahasiswa Fakultas Hukum UGM itu merupakan gerakan makar yang harus ditindak.

"Pada saat bangsanya sibuk bergotong-royong mengatasi pandemi Covid-19, kelompok sampah ini justru malah mewacanakan pemecatan Presiden. Ini jelas makar dan harus ditindak tegas,” kata Bagas lewat tulisannya yang beredar di media sosial, Jumat (29/5).

Ia menilai kelompok tersebut hanya bermodal mulut besar, tidak melakukan apa-apa kecuali menyebar kebencian dan membuat kegaduhan politik di masyarakat. Dalam surat terbukanya itu ia mendesak agar kelompok tersebut ditindak tegas.

Diketahui rencana diskusi virtual yang mengundang pembicara Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Ni'matul Huda batal digelar Jumat kemarin. Ni'matul mendapat teror. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top