Kapten Ruslan Pengancam Jokowi Mundur Ditangkap

publicanews - berita politik & hukumPanglima Serdadu Eks Trimata Nusantara Ruslan Buton ditangkap Kamis (28/5) di rumahnya, Buton, Sultra. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Buton - Panglima Serdadu eks Trimata Nusantara Ruslan Buton ditangkap Kamis (28/5). Pecatan TNI berpangkat kapten itu tidak melakukan perlawanan.

Penangkapan Ruslan Buton ini dibenarkan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. "Betul," kata Argo Kamis malam.

Argo menjelaskan, Ruslan ditangkap oleh tim yang dipimpin oleh Direktur Krimum Polda Sultra Kombes Aris Alfatar dan Tim Densus 88 Mabes Polri.

Dua orang pamen POM Mabes TNI AD Letkol Rus'an dan Letkol Denny ikut mendampingi penangkapan Ruslan ini.

Ruslan dijemput di rumahnya di Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis pagi.

Polisi menangkap Ruslan setelah membuat heboh dengan mengunggah video suara membacakan surat terbuka yang mendesak Presiden Joko Widodo mundur atau terjadi revolusi.

Kapten Ruslan Pengancam Jokowi Mundur Dipolisikan

Penangkapan Ruslan ini juga diunggah pemilik akun Mas Piyu ORI. "Buntut Surat Terbuka Kepada Jokowi, Panglima Serdadu Eks Trimatra Ruslan Buton Dijemput Polisi," ia mencuit melalui akun Twitter @mas___Piyuuu, Kamis sore.

Unggahan itu sudah direspon 1.900 warganet dan disukai 4 ribu lebih orang. Seorang warganet mengirim video ketika Ruslan keluar rumah menuju mobil polisi.

Terdengar Ruslan mengatakan ia menjaga negara Pancasila dari komunis. Ia juga berpamitan dengan warga yang berkerumun di depan rumahnya. Polisi tidak memborgolnya.

Mantan perwira TNI yang tersangkut kasus penganiayaan warga hingga tewas itu tetap berpakaian rapi dan membawa tas kecil saat digiring memasuki mobil petugas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top