DPRD Sebut Bupati Ogan Ilir Bohongi Publik

publicanews - berita politik & hukumPerwakilan tenaga kesehatan RSUD Ogan Ilir melakukan audiensi dengan anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5). (Foto: sumselupdate.com)
PUBLICANEWS, Ogan Ilir - Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memecat 109 tenaga kesehatan dengan alasan pelanggaran disiplin kerja.

Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustofa geram. Ia menilai bupati melanggar komitmen dengan manajemen RSUD dan DPRD.

"Waktu itu kami dan manajemen RSUD sepakat tidak ada pemecatan atau merumahkan selama empat hari ke depan," kata Rizal kepada wartawan, Jumat (22/5).

Menurutnya, banyak yang perlu disorot dalam kejadian tersebut karena 109 orang menggelar unjuk rasa. "Ini sudah menjadi masalah serius," ujarnya.

DPRD sudah menemui perwakilan pengunjuk rasa dan manajemen RSUD. Ada beberapa hal yang mereka tuntut, seperti sistem pembayaran insentif, akses rumah singgah, dan ketidakjelasan informasi penanganan Covid-19.

Tuntutan mereka kemudian dibahas dalam rapat paripurna yang menghadirkan Bupati Ilyas. Dalam rapat itu, menurut Rizal, seluruh permintaan para tenaga medis dikabulkan.

Namun beberapa hari kemudian Rizal terkejut dengan terbitnya surat keputusan pemecatan yang diteken Bupati Ilyas. Ia menegaskan pemecatan itu menyalahi kesepakatan dalam rapat paripurna.

"Saya menilai keadaan ini karena kurang komunikasi dari pimpinan rumah sakit kepada bawahannya, kurang sosialisasi," Rizal menjelaskan.

Setelah terbit surat bupati, pihak RSUD mengambil langkah aman, yakni SK pemecatan diterbitkan bupati. Alasan pemecatan karena para tenaga medis meninggalkan tugas selama lima hari berturut-turut.

"RSUD tidak merasa melanggar komitmen karena yang memecat bupati. Tapi alasan pemecatan dalam SK itu tidak benar, jelas bupati melakukan pembohongan publik," katanya.

Rizal pun mempertanyakan sudut pandang Bupati Ilyas yang meneken surat pemecatan di tengah pandemi Covid-19.

"Persoalan ini bukan politis saja, tapi sudah masuk ke ranah hukum, ada pembohongan publik di situ," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top