Kriminalitas Badung

Pembuat Surat Palsu Keterangan Sehat Diringkus

publicanews - berita politik & hukumPolres Badung menggelar kasus penangkapan ketiga tersangka pemalsuan surat sehat untuk mudik, Jumat (22/5). (Foto: nusabali.com)
PUBLICANEWS, Badung - Polisi menangkap tiga tersangka pemalsu surat keterangan sehat untuk mudik. Ketiga tersangka adalah Aan Setiawan (35), Ikwan Mudin (30), dan Sutomo (34).

Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka mengatakan, ketiganya ditangkap di Jalan Raya Mengwitani Mengwi, Badung, Bali, Rabu (20/5)

"Modusnya itu membuat dokumen surat keterangan kesehatan dan surat jalan palsu," kata Oka kepada wartawan, Jumat (22/5).

Aan ditangkap lebih dulu pada siang hari di Jalan Raya Mengwitani Mengwi, Badung. Malam harinya petugas meringkus Ikwan Mudin (30) dan Sutomo (34) di lokasi yang sama.

Kasus tersebut bermula ketika petugas mengamankan mobil travel saat menggelar Operasi Ketupat Covid-19 di Jalan Raya Mengwitani Mengwi, Kamis (14/5),

"Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas yang melaksanakan operasi Ketupat Covid-19, ditemukan surat-surat atau dokumen dipalsukan," Oka menjelaskan.

Tersangka Aan dan Sutomo mendapat untung Rp 80 ribu per pembuatan surat palsu. Ikwan yang membuat surat keterangan kesehatan dan surat keterangan perusahaan di Jawa Timur.

Ikwan juga pengelola jasa travel yang meraup untung Rp 300 ribu-Rp 500 ribu dari setiap penumpang yang mendaftar untuk pulang kampung.

"Mereka sudah berulang kali menggunakan surat palsu tersebut untuk penumpangnya bisa lolos dari pemeriksaan petugas," ujarnya.

Para tersangka sudah menjual surat-surat palsu kepada 32 penumpang dalam dua mobil travel.

"Untuk (dua) mobil travel 32 orang. Dia siapkan surat dan mencari penumpang untuk menyebrang ke Jawa ke tempat tujuan," kata Oka.

Polisi menyita dua lembar surat terdiri dari satu surat keterangan kesehatan dari Puskesmas IV Denpasar Selatan dan surat jalan dari PT Kreasi Sentosa Abadi. Lalu satu amplop berisikan surat-surat keterangan kesehatan dan surat jalan yang belum dipakai.

Ada pula surat keterangan sehat dari RS Sanglah dan surat keterangan dari perusahaan PT Subida Jaya. "Masih kita lakukan pemeriksaan. Motifnya iya mencari keuntungan," Oka menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top