Umar Assegaf Dilaporkan Langgar PSBB, MUI Ingatkan Polisi Sabar

publicanews - berita politik & hukumPetugas meminta Umar Assegaf Bangil tidak masuk kota Surabaya karena melanggar PSBB. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Surabaya - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto membenarkan Satpol melaporkan Umar Assegaf Bangil ke Polda Jawa Timur. 

Laporan itu buntut dari cekcok hingga nyaris ada pukul di check point keluar Tol Surabaya, Rabu (19/5). Eddy mengatakan, anggotanya bersama tim gabungan melaporkan kejadian yang berhubungan dengan pelanggaran PSBB Umar Assegaf Bangil.

"Yang melapor teman-teman yang bertugas. Ada polisi, Satpol PP, dan Linmas," kata Eddy, Kamis (21/5).

Berdasarkan rekaman video yang beredar, mobil berplat nomor N 1 B masuk ke wilayah Surabaya. Sedan berpenumpang lima orang, sedangkan aturan PSBB hanya diizinkan mengangkut tiga orang.

Petugas kemudian menghalau agar mobil putar arah. Hal itu menimbulkan adu mulut antara petugas dan pemilik kendaraan. Tidak sekadar cekcok, tetapi nyaris adu kekerasan fisik.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyesalkan kejadian tersebut. MUI mengingatkan Umar Assegaf Bangil merupakan tokoh ulama besar di Jatim.

Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin mengatakan, seharusnya peristiwa itu tak perlu terjadi. Aparat saat itu seharusnya bisa lebih sabar dan mengendalikan diri melihat orang yang ditangani adalah seorang Habib dan sudah sepuh.

"Habib Umar itu kan orang sepuh, seharusnya aparat paham beliau menggunakan pakaian seperti itu, berarti bukan orang sembarangan," ujar Ainul.

Menurutnya, persepsi masyarakat dalam penerapan PSBB di Surabaya masih belum utuh. Hal itu bisa memicu tambahan konflik bagi siapa saja yang melihat kejadian tersebut. Apalagi video telah beredar luas di masyarakat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top