Ogan Ilir

Gugus Tugas Sebut Wajar Pemecatan 109 Tenaga Medis RSUD

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri. (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
PUBLICANEWS, Ogan Ilir - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan Yusri menyebut salah satu alasan 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir mogok kerja lantaran alat pelindung diri (APD) minim tidak masuk akal. Ia mengatakan persediaan APD di Sumsel masih lebih dari cukup.

Bila terjadi kekurangan, kata Yusri, seluruh pihak rumah sakit pun dipersilakan untuk mengajukan bantuan APD.

"Kalau ada yang demo dengan alasan tidak ada APD, kami tidak yakin. Kami yakin mentalnya yang tidak mau melakukan pelayanan saja," ujar Yusri di Palembang, Kamis (21/5).

Menurutnya sangat wajar bila pihak manajemen RSUD melakukan pemecatan. Ia menyebut mereka tidak menjalankan kewajiban.

"Jelas (pemecatan tenaga medis) berdampak pada penanganan (pasien). Tapi kalau mereka juga tidak mau menangani juga tidak ada maknanya," kata Yusri.

Sekitar 109 tenaga medis dan sopir ambulans RSUD Ogan Ilir dipecat pada Jumat (15/5). Pemberhentian dengan tidak hormat yang berlaku per 20 Mei itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Ogan Ilir Nomor 191/KEP/RSUD/2020.

Pada Senin (18/5) lalu mereka mendatangi Komisi IV DPRD Ogan Ilir menuntut keterbukaan pimpinan rumah sakit dalam penanganan Covid-19. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top