Sumatera Selatan

Bupati Ogan Ilir Sebut 109 Petugas Medis di RSUD Desersi

publicanews - berita politik & hukumSebanyak 109 tenaga medis RSUD mendatangi Komisi IV DPRD Ogan Ilir menuntut keterbukaan pimpinan rumah sakit dalam penanganan Covid-19, Senin (18/5) siang. (Foto: dutasumsel)
PUBLICANEWS, Ogan Ilir - Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam menjelaskan bahwa pemecatan 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, karena tidak memenuhi kewajiban merawat pasien Corona.

"Mereka tidak masuk 5 hari, nuntut insentif --itu tidak ada. Mereka kerja saja belum kok. Baru datang pasien Corona aja udah bubar semua, enggak mau masuk. Ya sudah tidak usah masuk lagilah," ujar Ilyas kepada wartawan, Kamis (21/5).

Padahal, Ilyas menambahkan, seluruh tuntutan petugas medis telah dipenuhi, mulai dari insentif hingga alat pelindung diri (APD) jauh-jauh hari.

"Mereka itu menuntut minta insentif, sudah kita kasih. Minta rumah singgah, itu sudah ada, pake AC dan kasur. Minta APD bilang minim, semua sudah ada, ada ribuan," kata Ilyas.

Menurutnya, tuntutan yang diajukan 109 tenaga medis tersebut terkesan mengada-ada. Ia menyebut mereka takut untuk menangani pasien Covid-19 yang hanya berjumlah tiga orang.

"Kalau dalam militer ini desersi, ya apa yang mereka tuntut sudah ada. Jadi apa ini yang dituntut," ujarnya.

Sebanyak 109 tenaga medis dan sopir ambulans RSUD Ogan Ilir dipecat pada Jumat (15/5). Pemberhentian dengan tidak hormat yang berlaku per 20 Mei itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Ogan Ilir Nomor 191/KEP/RSUD/2020.

Pada Senin (18/5) lalu mereka mendatangi Komisi IV DPRD Ogan Ilir menuntut keterbukaan pimpinan rumah sakit dalam penanganan Covid-19. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top