Bela Bahar Smith, FPI Sebut Penyelenggara Konser Harus Ditangkap

publicanews - berita politik & hukumKetua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: dok MPR)
PUBLICANEWS, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) membela Bahar bin Smith atas penangkapan paksa karena alasan ceramah yang provokatif dan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Seharusnya yang ditangkap itu yang menyelenggarakan konser kemarin itu," kata Juru Bicara FPI Munarman kepada wartawan, Rabu (20/5).

Ia juga menilai bahwa penangkapan Bahar dengan alasan melanggar ketentuan pembebasan asimilasi adalah bentuk represif negara.

"Salah satu ciri penguasa yang zalim itu adalah membuat kebijakan yang represif hanya terhadap kalangan umat Islam dan yang kritis terhadap kondisi bangsa dan negara," ia menambahkan.

Kemarin, Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta maaf kepada publik karena tidak mematuhi social distancing saat konser penggalangan dana yang digelar bersama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

"Saya mohon maaf. Itu semua salah saya yang tidak bisa menolak permintaan spontan teman-teman kru TV untuk berfoto bersama dengan saya dan musisi senior Sam dan Acil Bimbo," kata politikus Partai Golkar itu.

Diketahui Bahar bin Smith ditangkap paksa dan kembali ditahan. Saat ini Bahar ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, untuk menuntaskan hukuman tiga tahun atas kasus penganiayaan anak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top