Kesaksian Pasien Pertama NTT Tanpa Gejala Covid-19

publicanews - berita politik & hukumEl Yohanis Asamau. (Foto: Facebook)
PUBLICANEWS, Kupang - Pasien pertama terinfeksi virus corona di Nusa Tenggara Timur (NTT) El Yohanis Asamau tidak menduga ia dinyatakan positif Covid-19.

Namun, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Alor ini memperkirakan terkena virus yang menjadi pandemi dunia itu di tengah kursus persiapan studi S3 di Amerika.

El Asamau menceritakan bagaimana ia tertular virus corona, setelah Pemerintah Pusat mengumumkan adanya pasien pertama positif corona di NTT, Kamis kemarin.

Dalam video yang beredar di media sosial, Jumat (10/4), ia menceritakan kronologi perjalanan dari Alor ke Jakarta yang kemungkinan menjadi biang terkena virus corona.

“Saya El Asamau. Saya baru divonis menderita atau positif Covid-19, corona yang lebih dikenal," kata El Asamau yang videonya di YouTube mulai diunggah Jumat dini hari.

El Asamau yang kini menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang, mengatakan dalam kondisi yang baik-baik saja. Ia pun memuji dokter dan tenaga medis yang ia nilai bekerja profesional.

Ia mengatakan sejak awal tidak menunjukkan gejala sakit seperti pasien lainnya yaitu batuk, pilek, dan sesak napas. "Gejala-gejala yang muncul pada penderita suspect itu gejala demam dan lain-lain, tetapi saya puji Tuhan dalam kondisi yang prima,” ujarnya.

Menurut El Esamau, ia kemungkinan terserang virus corona saat di Jakarta ketika mengikuti kelas pertemuan untuk melanjutkan studi doktoral di Amerika Serikat.

Ia menceritakan sebelum ke Jakarta singgah di Yogyakarta. "Waktu keberangkatan kami ke Yogjakarta itu sebelum ada larangan atau semacam informasi dari WHO untuk tidak beraktifitas dan lain sebagainya di luar rumah," katanya

Ia tiba di Kota Gudeg pada 1 Maret 2020 dan mengikuti kelas pertemuan. Satu pekan di Yogya, ia kemudian bertolak ke Jakarta.

"Nah, selama kegiatan satu minggu di Jakarta ini kemungkinan besar saya terpapar di sana. Itu berlangsung dari tanggal 9-11 Maret," El Esamau menjelaskan.

Namun, ia merasa tidak mengalami perubahan dalam kesehatan. Ia mengatakan hanya mengalami gejala meriang biasa. "Waktu dari Alor pun juga saya sering meriang karena mungkin kelelahan dan saya merasa agak sedikit bermasalah dengan lambung sehingga saya merasa saya itu memang asam lambung," katanya.

El Asamau merasa kaget ketika divonis positif corona. Pasalnya, kejadian agak meriang sudah 20 hari berlalu. "Saya coba berpikir kenapa sudah hampir 20 hari, saya masih dalam keadaan stabil karena aktivitas selama 20 hari ini saya bawa dengan hal-hal yang positif. Segala hal tentang stres dan lain-lain, saya coba buang, saya mendengar musik, saya membaca, saya menulis, saya coba ikut kegiatan penggalangan dana untuk COVID dan lain sebagainya," ia menjelaskan.

Virus tidak terlihat tersebut bisa terpapar kapan saja. "Kalau saya kasusnya tanpa disengaja, tanpa saya sadari, tanpa bermaksud apa-apa," ujarnya.

El Asamau meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat NTT agar ia bisa kembali pulih.

"Tolong jangan tanya bagaimana kondisi karena saya baik - baik saja," katanya.

Ia meyakini dengan motivasi dan imun yang baik, dengan makan yang baik bisa kembali pulih. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top