Dewi Tanjung Penuhi Panggilan Polisi Perihal Demo Anarkis

publicanews - berita politik & hukumDewi Tanjung saat melaporkan Bang Japar ke Polda Metro Jaya, 16 Januari 2020. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kader PDIP Dewi Tanjung memenuhi panggilan Polda Metro Jaya sebagai pelapor kasus dugaan tindakan anarkis ormas Bang Japar saat aksi unjuk rasa di Balaikota, November 2019.

"Saya dapat panggilan untuk klarifikasi Berita Acara Pidana (BAP) laporan saya terhadap pendukung Anies Baswedan pada waktu demo saya tanggal 14 (November) yang ricuh," kata Dewi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/2).

Politikus yang juga pernah melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan itu tiba di Subdit Keamanan Negara (Kamneg) 1 Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.15 WIB. Ia menjelaskan sejumlah barang bukti yang dibawa saat laporan ke Mapolda pada 16 Januari 2020.

"Yang kita ambil (barang bukti) di media sosial banyak. Dari wartawan juga ada, kita mau foto-foto sama video udah tidak bisa. Suasana udah rusuh, polisi minta kita segera untuk lari, jalan," ujarnya.

Diketahui laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/313/I/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ. Menurutnya, kelompok Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) sebagai pemicu kericuhan.

Saat itu, kelompok pengkritik dan pendukung Anies bertemu di sekitar Balai Kota. Kubu pengkritik menuntut kebijakan Anies menangani banjir di Jakarta. Namun kemudian terjadi gesekan kedua kubu.

"Mereka melempar kami, massa pendemo melempar dengan botol dan mengeluarkan caci maki, kata-kata yang tidak pantas," ujar Dewi yang mengaku turut menjadi korban pelemparan botol.

Novel: Dewi Tanjung Telah Menghina Penegak Hukum

Selain barang bukti, Dewi juga membawa salah satu saksi yang dianggap mengetahui kronologi kejadian. "Karena banyak saksinya. Kita dicaci-maki diteriaki 'orang gila orang gila, kecebong, orang gila'," katanya.

Ia merasa sakit hati dengan kata-kata tak pantas saat berunjuk rasa di depan Balai Kota yang kemudian ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Dewi pernah menuduh Novel menyebar kabar bohong dengan merekayasa kasus penyerangannya. Laporan ini mengundang pertanyaan pengacara dan Novel. Menurut Novel, langkah hukum yang ditempuh Dewi bisa menjadi bumerang dan preseden buruk yang dapat ditiru pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Saya prihatin dengan perilaku-perilaku buruk yang seperti itu," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top