Persoalkan Gereja Karimun, Letkol Aloysius Sandi Dihukum Disiplin

publicanews - berita politik & hukumLetkol TNI Aloysius Sandi Sudirman. (Foto: Mesia Sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan telah menjatuhkan hukuman disiplin 21 hari kepada Letkol TNI Aloysius Sandi Sudirman. Institusi AD menilai Sandi melanggar disiplin militer pasca mengunggah surat terbuka yang mempersoalkan isu intoleransi.

"Kita menjatuhkan hukuman disiplin, jadi bukan pidana," kata Andika di Mabes AD, Jalan Veteran No 5, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Menurut Andika, Sandi melanggar hukum disiplin militer, yaitu Pasal 8 UU Nomor 25 Tahun 2014, yang mengatur perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan.

"Lalu Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 tentang dugaan penyebaran kebencian atau permusuhan kepada individu atau kelompok berdasarkan SARA. Juga Pasal 103 tentang melalaikan perintah kedinasan," ujarnya.

Andika juga menyebutkan potensi pelanggaran hukum pidana militer dari Pasal 27 ayat 3, Pasal 45 ayat 3 tentang dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Bahkan, berdasar hukum pidana, Sandi bisa dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Sandi, Andika menambahkan, mengunggah surat terbuka di media sosial pada 8 Februari 2020. Pemeriksaan sudah dilakukan. Menurut Andika, sebagai prajurit aktif TNI AD seharusnya Sandi tunduk pada sistem peradilan militer.

Menurut menantu mantan Kepala BIN Hendro Priyono ini, hukuman diberikan kepada Sandi bersifat pembinaan. Ia berharap, Sandi yang akan memasuki masa pensiun pada Juli 2020 dapat mengakhiri masa dinas dengan bagus.

Kasus ini bermula dari unggahan Sandi yang berisi surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri. Ia mempersoalkan aksi penolakan renovasi gereja di Karimun, padahal sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Ia pun mempersoalkan kenapa negara harus tunduk pada tuntutan sejumlah ormas. Sandi yang menyebut kesatuannya di Secapa AD Bandung, siap dihukum bila ada yang mempersoalkan surat terbukanya itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top