Polisi Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Depok

publicanews - berita politik & hukumPolda Metro menggelar kasus pengungkapan industri rumahan kosmetik ilegal dengan tertangkapnya tiga tersangka di Depok, Sabtu (15/2). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menangkap tiga orang pembuat kosmetik rumahan di Kampung Jatijajar, Tapos, Depok, Sabtu (15/2). Ketiganya adalah wanita NK serta dua pria, yakni MF dan S.

Penangkapan mereka berawal dari informasi masyarakat rumah tersebut digunakan untuk memproduksi dan menjual kosmetik dengan bahan berbahaya.

"Peran NK sebagai kepala pembelian bahan baku. MF sebagai kepala produksi, sedangkan S sebagai kepala bagian penjualan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam gelar kasus, Selasa (18/2).

Menurut saksi MA dan R, pabrik rumahan itu beroperasi sejak Juni 2015. Tersangka NK dan MF sebagai pemilik usaha ilegal itu.

NK adalah lulusan jurusan kimia ldari universitas terkenal di Jakarta. "Tersangka NK juga pernah kerja di perusahaan (kosmetik) terkenal, sedangkan MF lulusan sekolah menengah farmasi," ujar Yusri.

S bertugas mendistribusikan ke toko-toko kosmetik. Produk mereka adalah krim pagi dan malam, sabun wajah, toner, hingga serum wajah. "Bahkan pemasarannya juga melalui sejumlah dokter," Yusri menambahkan.

Menurutnya, omzet penjualan kosmetik ilegal mencapai miliaran rupiah. Komplotan ini meraup untung Rp 200 juta lebih per bulan.

Para tersangka dikenakan Pasal 196 subsider Pasal 197 Jo Pasal 106 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top