Ketahuan, Dosen Edit Ijazah untuk Lengserkan Rektor

publicanews - berita politik & hukumOknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima) DSR dan rekannya FJR dihadirkan dalam gelar kasus pemalsuan ijazah di Polda Metro Jaya, Selasa (18/2). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi meringkus oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial DSR yang mengedit ijazah milik rektor Julyeta Paulina Amelia Runtuwene. Ia melakukannya agar ijazah sang rektor tampak palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, yang dilakukan DSR tergolong kabar bohong. Tujuannya untuk melengserkannya.

"Tersangka mengedit atau mengubah ijazah atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan mengunggah di akun media sosial," kata Yusri dalam gelar kasus di kantornya, Jakarta, Selasa (18/2).

Dalam menjalankan aksinya, DSR dibantu seorang pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Manado berinisial FJR. Mereka menggelar unjuk rasa di berbagai lokasi di Jakarta, seperti Istana Kepresidenan, Ombudsman, dan Kemenristek.

"Di mana mereka berorasi kalau rektor Universitas Negeri Manado ini ijiazah S3-nya palsu," Yusri menjelaskan.

Julyeta tentu saja geram telah menjadi korban fitnah oknum dosennya sendiri. Ia menempuh jalur hukum dengan melaporkan DRS ke Polda Metro Jaya.

Polisi, kata Yusri, kemudian mengecek ijazah yang dituding palsu itu ke Kemenristek. "Ijazahnya itu sah. Apa yang dipersangkakan oleh LSM itu tidak benar," ujarnya.

DRS dan FJR ditangkap di Manado, Sulawesi Utara. Kepada petugas DSR mengakui mengincar jabatan rektor.

"Emang ada niatan kelompok yang mencoba PAW jabatan rektornya. Tapi masih kita lakukan penyelidikan apakah ada pemilihan rektor yang habis masa jabatan sekitar 2021 ya," Yusri menjelaskan.

Saat ini polisi masih mencari pelaku yang membiayai para tersangka saat menggelar demo di Jakarta. "Ini masih kita dalami semua apakah ada aktor di balik ini," Yusri menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top